Pembalap Solo Raya Mengincar Tiga Besar

Pembalap-Solo-Raya-Incar-Tiga-Besar
RECOVERY: Para pembalap pelatnas para cycling NPCI melewati jalur rolling dalam recovery di kawasan Boyolali, Kamis (19/12).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Jelang ASEAN Para Games Filipina

SOLO,suaramerdekasolo.com – Tiga pembalap dari sepuluh atlet pelatnas para cycling yang diproyeksikan menghadapi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020, berasal dari wilayah Solo Raya. Mereka adalah Wagiyo dari Karanganyar yang masuk klasifikasi disabilitas C3, Iwan Susanto (Boyolali/C4) dan Slamet Kardiman (Sragen/C2).

Status ketiganya sebagai pembalap debutan. Kendati demikian, secara pribadi mereka mengincar peringkat tiga besar pada pesta olahraga disabilitas terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

‘’Secara pribadi, saya tentu ingin meraih hasil terbaik, kalau bisa medali emas. Saya sadar, harus harus melalui persaingan berat untuk menembus peringkat tiga besar,’’ kata Wagiyo, Kamis (19/12).

Hal senada diungkapkan Slamet Kardiman. Pembalap klasifikasi C2 tersebut menyatakan bakal turun dengan kemampuan terbaiknya pada ajang adu kebut di Filipina yang rencananya diselenggarakan pertengah Januari nanti. ‘’Kami sudah siap turun untuk bersaing memburu medali. Mudah-mudahan bidikan dapat kami wujudkan,’’ ujar dia.

BAca:Tak Hanya Jalan Raya, Pembalap Lahap Ergo

Baca: Sepak Bola CP Bertekad Genggam Kembali Juara

Recovery Solo-Boyolali

Para atlet balap sepeda tersebut menjalani latihan ringan dalam program recovery Solo-Boyolali, Kamis (19/12). Sehari sebelumnya, Rabu (18/12), Muhammad Fadli Immamuddin dkk melahap porsi berat yakni latihan interval menggunakan ergo statis.
‘’Perkembangan persiapan anak-anak cukup bangus. Progres para atlet debutan juga menunjukkan peningkatan yang signifikan, meski jam terbangnya kurang,’’ kata pelatih sekaligus koordinator tim pelatnas paracycling National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), Fadilah Umar.

Pria yang juga dosen Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS Surakarta itu menambahkan, persaingan di arena APG sangat berat. Para pembalap asal Malaysia dan tuan rumah Filipina dipandang sebagai rival terberat dalam perebutan gelar juara.

Terdapat sembilan medali emas yang diperebutkan pada APG Filipina, seluruhnya pada nomor-nomor jalan raya. Yakni individual road race (IRR), individual time trial (ITT) dan kriterium. Ketiga nomor tersebut dipilah dalam tiga kelompok klasifikasi, yakni gabungan C1-C3 by factor, C4 dan C5.

‘’Karena peta persaingan sangat ketat, sementara sebagian pembalap masih debutan, kami targetkan satu medali emas dari Fadli,’’ tutur Fadilah Umar.(Setyo Wiyono)

Simak:1.371 Pelajar Berlaga di Kejurnas Perisai Diri Ke-V

Simak:Semangat 45 Perenang Dipacu untuk Buru Medali

Editor: Budi Sarmun