Pelatnas APG Kembali ke Program Persiapan Khusus

Pelatnas-APG-Kembali-Ke-Program-Persiapan-Khusus
LATIHAN: Atlet pelatnas atletik National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Alan Sastra Ginting berlatih lempar cakram di Stadion UNS Surakarta.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Seluruh pelatih pelatnas ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020 langsung bergerak cepat menyusun kembali program latihannya, berkait pengunduran dua bulan pesta olahraga disabilitas itu. Mereka akan menurunkan tensi latihan yang saat ini sudah memasuki periode kompetisi.

‘’Kami segera turunkan tensi latihan, hingga ke tahap persiapan khusus. Jadi programnya lebih pada penambahan daya tahan dulu, hingga nanti mencapai performa puncak pada Maret 2020,’’ kata pelatih pelatnas atletik National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Slamet Widodo, Sabtu (21/12).

Hal senada juga diungkapkan pelatih pelatnas renang NPCI, Dimin. Pria yang telah puluhan tahun bergelut dengan cabang akuatik itu mengungkapkan, guna mengendorkan tensi 45 atletnya, maka volume latihan akan diturunkan.

‘’Program sedang kami susun lagi. Tapi paling tidak, kami akan awali lagi ke persiapan umum selama dua pekan ke depan. Baru setelah itu meningkat ke persiapan khusus, fase pra-kompetisi dan kompetisi,’’ jelasnya.

Baca:TC APG Jalan Terus, Atlet-Pelatih Tak Boleh Pulang

Baca:Sepak Bola CP Bertekad Genggam Kembali Juara

Reaksi Beragam

Seorang atlet pelatnas renang NPCI mengasah kemampuan di kolam renang Grup II Kopassus Kandangmenjangan Kartasura.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

Bagaimana reaksi para atlet setelah mengetahui pengunduran pelaksanaan APG dari 18-24 Januari menjadi 20-18 Maret 2020, menurut Slamet dan Dimin, respons mereka beragam. Slamet menuturkan, para atlet yang sudah benar-benar merasa siap berkompetisi agak kecewa. Namun mereka yang merasa persiapan dirinya masih kurang, justru senang karena punya kesempatan guna meningkatkan performa.

‘’Tapi rata-rata respons itu sesaat, setelah itu mereka biasa lagi. Toh pelatnas tetap diteruskan, jadi tidak terputus,’’ ungkap dosen Fakultas Keolahragaan UNS Surakarta itu.

Dimin juga menyebut, respons para atletnya sempat ada yang senang dan sebagian kecewa, saat Sekjen NPCI sekaligus koordinator pelatnas Rima Ferdianto mengumumkan langsung di kolam renang, Jumat (20/19).

‘’Sekarang mereka kembali lagi berlatih rutin, dengan program lebih ringan lebih dulu,’’ ungkap dia.

Ketua Umum NPCI Senny Marbun menandaskan, tugas para pelatih selain menyusun ulang program latihan, terpenting adalah menjaga semangat bersaing seluruh atlet demi memburu kembali gelar juara umum APG untuk Indonesia.

‘’Jangan sampai semangat juang itu luntur, karena semua ini demi bangsa Indonesia,’’ tandasnya.(Setyo Wiyono)

Simak: Stadion Kebo Giro Boyolali Dibangun Berstandar FIFA

Editor: Budi Sarmun