Sepak Bola CP Bakal Asah Teknik dalam Uji Coba

Sepak-Bola-CP-Bakal-Asah-Performa-Dalam-Uji-Coba
BEREBUT BOLA: Sejumlah pemain pelatnas sepak bola CP NPCI berebut bola dalam latihan di lapangan Baturan, Colomadu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Jumat Latih Tanding Lawan Al Wathoni

SOLO,suaramerdekasolo.com – Pelatnas sepak bola celebral palsy (CP) kembali mengulang pematangan teknik individu dan tim, setelah ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020 dipastikan ditunda dari jadwal semula, Januari. Program itu dipilih agar Yahya Hernanda dkk benar-benar mencapai puncak performa pada pesta olahraga disabilitas Asia Tenggara yang kemudian ditetapkan digelar 20-28 Maret mendatang.

Tim racikan Anshar Ahmad tersebut bakal menjajal penerapan pemantapan teknik pada laga uji coba versus sekolah sepak bola (SSB) Al Wathoni. Partai latih tanding akan digelar di lapangan Gumpang, Kartasura, Jumat (3/1).

‘’Saya akan cermati lagi kemampuan teknik individu di lini belakang, tengah dan depan. Sepekan terakhir memang teknik bermain yang ditekankan dalam latihan,’’ kata Anshar, pelatih tim pelatnas sepak bola CP National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), Senin (30/12).

Selain teknik bertahan dan menyerang, pola kerja sama permainan dalam tim juga bakal dicermati. Ditundanya pelaksanaan APG Filipina 2020 membuat pihaknya lebih punya banyak waktu guna terus membenahi kekurangan-kekurangan dalam timnya.

Baca: Diuji Dua SSB, Pelatnas Sepak Bola CP Tetap Unggul

Simak: Tim Sepak Bola Putri UNS Meraih Juara, Sepak Bola Wanita Antarklub

Cross Country

Di samping berlatih tanding, tim yang diperkuat enam pemain asal Jateng, termasuk tiga dari Solo Raya tersebut akan kembali menjalani sesi cross country atau lari lintas alam. Ketiganya adalah Adi Joko Saputra (Solo), Timin (Wonogiri) dan Sugiyatno (Sragen). Rencananya, mereka diberi program itu untuk tambahan kebugaran dan kemampuan fisik itu di kawasan Banyudono-Pengging, Boyolali.

‘’Jadi selain jogging untuk meningkatkan kebugaran fisik, anak-anak sekaligus menjalani latihan di lokasi lain guna menghindari kebosanan,’’ tutur Anshar.

Mantan pemain Arseto Solo yang dibantu asiten pelatih Afif Bayu dan personel pendukung Pomo Warih Adi tersebut juga diproyeksikan kembali menggenggam gelar juara pada APG di Filipina mendatang. Medali emas yang telah direbut pada APG Malaysia 2017 bakal kembali diburu pada multievent dua tahunan itu.

‘’Thailand tetap diperhitungkan sebagai lawan terkuat. Tapi kami tidak memandang rendah tim-tim dari negara-negara lain,’’ kata kapten tim, Yahya Hernanda.(Setyo Wiyono)

Baca juga:Tim Epic Diputus Kontrak Sepihak Oleh RRQ

Simak Juga:Pelatnas APG Kembali ke Program Persiapan Khusus

Editor: Budi Sarmun