Anshar Jajal Formasi Baru di Lini Pertahanan

Anshar-Jajal-Formasi-Baru-di-Lini-Pertahanan
LEPAS UMPAN: Awak tim pelatnas sepak bola celebral palsy (CP) Timin (kiri) melepas umpan yang berusaha diadang striker Cahyana pada latihan di lapangan Baturan, Colomadu, Kamis (2/1).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Uji Coba Pelatnas Sepak Bola CP

SOLO,suaramerdekasolo.com – Formasi baru lini pertahanan bakal dijajal pelatih Anshar Ahmad saat tim pelatnas sepak bola celebral palsy (CP) menjalani latih tanding, Jumat (3/1). Pasangan Dani Priyo Sejati dan Timin akan diturunkan sebagai defender pada laga uji coba melawan sekolah sepak bola (SSB) Al Wathoni di lapangan Gumpang, Kartasura itu.

‘’Selama ini, keduanya belum pernah diturunkan bareng. Dani lebih sering bekerja sama dengan Mahdianur. Nanti akan saya coba turunkan Timin, yang biasa bergerak di lini tengah dan belakang. Kalau padu, jadi punya beberapa pilihan,’’ kata Anshar.

Formasi baru itu dicoba pada latihan di lapangan Baturan, Colomadu, Kamis (2/1). Timin yang berasal dari Wonogiri memiliki kemampuan fisik yang bagus untuk naik saat menyerang, serta cepat turun saat menghadapi serangan. Sebelum bergabung dengan pelatnas sepak bola CP National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) yang mulai TC di Solo sejak Mei lalu, tahun-tahun sebelumnya Timin tercatat sebagai pelari jarak menengah dalam tim pelatnas beberapa kali ASEAN Para Games (APG).

Baca:Sepak Bola CP Bakal Asah Teknik dalam Uji Coba

Baca: PB Champion Raih Juara Umum Kejurkab Bulutangkis Klaten II

Lawan Terberat

Sepak bola CP ditargetkan menggenggam kembali medali emas pada APG Filipina yang rencananya digelar Maret 2020. Tim yang juga didukung asisten pelatih Afif Bayu dan personel pendukung Pomo Warih Adi itu bakal bertarung di arena seluas 70 x 50 meter dalam pertandingan dengan sistem ‘’7 a side football’’ atau tujuh lawan tujuh pemain.

‘’Thailand dan Myanmar merupakan lawan terberat. Namun tentu saja kami tak boleh meremehkan kekuatan tim-tim sepak bola CP lain dari negara-negara peserta,’’ tambah pemain lain asal Solo, Adi Joko Saputra.

Tiga belas pemain kini terus digembleng guna mewujudkan bidikan emas tersebut. Mereka ditempa intensif dalam latihan rutin dengan materi fisik, teknik dan strategi di lapangan Baturan, Colomadu. Di samping itu, para pemain menjalani program kebugaran di fitness center kampus Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS Surakarta kampus Manahan.

‘’Saat ini, latihan kembali ke program persiapan khusus, setelah ada keputusan APG yang semula akan digelar Januari ternyata diundur jadi Maret. Tapi uji coba tetap dilakukan untuk menjaga sentuhan bola dan mental bertanding anak-anak,’’ tandas Anshar.(Setyo Wiyono)

Simak: Pecatur Solo Juara Tiga di Arena Tunanetra

Simak:Bakset Kursi Roda Yakin Mampu Tembus Tiga Besar di Filipina

Editor:Budi Sarmun