Pecatur Solo Juara Tiga di Arena Tunanetra

Pecatur-Solo-Juara-Tiga-di-Arena-Tunanetra
BERTANDING: Pecatur Solo Wahyu Setiawan bertanding pada ajang Kejurprov National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jateng 2019.(Setyo Wiyono)

*Turnamen Catur Komunitas Sahabat Mata

SOLO,suaramerdekasolo.com – Pecatur National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jateng asal Solo, Wahyu Setiawan merebut juara ketiga pada turnamen catur khusus tuna netra yang digelar di Semarang, Senin-Rabu (30/12-1/1-2020). Atlet pembinaan program jangka panjang (PJP) Jateng itu meraih peringkat tiga di bawah Amir Hamzah dari Tasikmalaya yang merebut gelar juara dan Arifin (Cilacap) yang menempati runner up.

‘’Saya baru bisa meraih juara tiga. Pada babak ke enam atau terakhir, saya kalah dari Amir Hamzah, sehingga akhirnya dia yang menjadi juara,’’ ungkap Wahyu, Kamis (2/1).

Amir mengemas nilai total 22. Sedangkan Wahyu mendapatkan nilai yang sama dengan Arifin, yakni sama-sama 18. Informasinya, turnamen tersebut diikuti sekitar 40 peserta dari berbagai daerah di Tanah Air. Mereka bertarung di kelompok tuna netra, dengan menggunakan sistem Swiss enam babak. Kategori yang dipertandingkan adalah catur cepat.

‘’Tak ada peserta lain dari Solo, kecuali Wahyu yang ikut dalam turnamen catur khusus untuk tuna netra tersebut,’’ kata pelatih PJP catur NPCI Jateng, Tedy Wiharto.

Baca:Catur Memburu Sepuluh Emas di Filipina

Baca:Bakset Kursi Roda Yakin Mampu Tembus Tiga Besar di Filipina

Cukup Bagus

Dia menyebut hasil yang diraih Wahyu cukup bagus. Sebab atlet asuhannya itu banyak bertarung menghadapi para pecatur kawakan yang telah kaya pengalaman.

‘’Ada beberapa pecatur senior yang memiliki jam terbang tinggi, sementara Wahyu belum punya banyak pengalaman bertanding di turnamen. Maka penampilan dia hingga mampu meraih peringkat tiga, sudah tergolong bagus,’’ ujar pria yang juga pelatih pelatnas catur proyeksi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020 tersebut.

Tedy menambahkan, turnamen catur Komunitas Sahabat Mata tersebut justru dapat menambah jam terbang Wahyu. Pecatur yang juga mahasiswa UNS Surakarta itu sekaligus memanfaatkan turnamen tahunan tersebut sebagai rangkaian uji coba dalam rangka persiapan dirinya menghadapi Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua 2020.

‘’Usianya masih muda, tetapi potensi Wahyu lumayan bagus. Kalau seluruh potensinya terus diasah dan kian berkembang, dia bisa masuk ke pelatnas pada waktu mendatang,’’ tutur sang pelatih.(Setyo Wiyono)

Simak:Sepak Bola CP Bakal Asah Teknik dalam Uji Coba

Editor:Budi Sarmun