Fisik Taekwondoin KKO Tunjukkan Progres Positif

Jaka-Sriyana-Tinggalkan-jahit-fokus-basket
TES EVALUASI: Dua atlet Kelas Khusus Olaharaga (KKO) SMPN 1 Surakarta menjalani tes evaluasi akhir tahun 2019 di kampus Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS Surakarta.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Hasil Evaluasi Akhir Tahun 2019

SOLO,suaramerdekasolo.com – Fisik para taekwondoin Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMPN 1 Surakarta menunjukkan progres positif pada hari terakhir 2019. Progres paling baik, menurut pelatih taekwondo KKO Ali Shollikin, terutama dialami para siswa kelas tujuh.

‘’Tujuh atlet di kelas tujuh, progresnya mencapai 50-80 persen dihitung dari awal mereka masuk KKO. Kalau mereka yang di kelas delapan dan sembilan progresnya dalam setahun terakhir lebih rendah, karena fisik mereka rata-rata sudah bagus,’’ kata Ali, Jumat (3/1).

Catatan itu terekam dalam hasil evaluasi fisik akhir tahun bagi para siswa KKO SMPN 1 Surakarta yang dilakukan pihak Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) setempat. Tes dilakukan di kampus Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS Surakarta yang berada di kawasan Manahan.

Terdapat 20 taekwondoin yang tercatat sebagai siswa KKO SMPN 1 Surakarta. Selain tujuh orang di kelas tujuh, terdapat enam orang menempuh studi di kelas delapan, serta tujuh atlet lainnya duduk di kelas sembilan.

Baca:Taekwondoin KKO Surakarta Genggam Empat Medali Emas

Baca:Cuaca Buruk Hentikan Latihan Paralayang di Kemuning

Dua Kali Setahun

Menurut Ali, tes fisik biasa dilakukan dua kali dalam satu tahun atau sekali setiap semester. Materi tesnya mencakup delapan item, antara lain sit up, standing board jump, suttle run empat meter, lari 30 meter, kelentukan, serta tes MFT.

‘’Dari hasil tes itu, kelemahan atau kekurangan setiap atlet dapat terlihat. Selanjutnya kekurangan itu dievaluasi dan diperbaiki sehingga terjadi peningkatan signifikan. Tujuan utama tentu agar prestasi para atlet meningkat,’’ jelas sang pelatih.

Dia menambahkan, para atlet taekwondo KKO tersebut saat ini masuk dalam kategori kadet. Selama di KKO, mereka terus ditempa dengan berbagai materi latihan. Jam terbang juga berusaha terus didongkrak dengan mengikuti berbagai kejuaraan di segala skala.

Pengalaman dan gemblengan selama di KKO tersebut, diharapkan mampu mencetak taekwondoin-taekwondoin andal yang akan memperkuat tim Solo pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2022.

‘’Para atlet taekwondo pelajar ini memang proyeksinya untuk memperkuat tim Solo di Porprov mendatang. Maka mereka dikonsentrasikan belajar dan berlatih di KKO,’’ kata Ali.(Setyo Wiyono)

Simak:Bakset Kursi Roda Yakin Mampu Tembus Tiga Besar di Filipina

Simak:Anshar Jajal Formasi Baru di Lini Pertahanan

Editor:Budi Sarmun