Gantolle Siapkan Peralatan Static Towing

Gantolle-siapkan-peralatan-static-towing
TERBANG: Atlet gantolle Karanganyar, Supardi, terbang di ketinggian kawasan Waduk Gajahmungkur Wonogiri.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Cuaca di Wonogiri Kian tak Bersahabat

SOLO,suaramerdekasolo.com – Para atlet gantolle Jateng yang berasal dari Solo Raya mulai menyiapkan peralatan static towing guna mendukung latihan. Sebab, cuaca di lokasi latihan kawasan Wonogiri dan sekitarnya saat ini kian tak bersahabat.

‘’Peralatan static towing, seperti mesin skuter, dolly dan tali penarik layangan sedang kami siapkan. Jadi kalau nanti sudah benar-benar tidak bisa terbang dari bukit, ya kami akan cari izin turut berlatih di bandara-bandara kecil seperti Cepu atau Gunungkidul,’’ kata Ketua Pengprov Gantolle Jateng, Susetyoko ‘’Stik’’, Jumat (3/1).

Lelaki yang juga atlet Karanganyar itu mengungkapkan, angin di puncak bukit Joglo kawasan Waduk Gajahmungkur yang merupakan venue start terbang gantolle, sering tailwind (angin bertiup dari arah belakang) atau crosswind (angin bertiup dari samping). Situasi tersebut tentu rawan terjadi kecelakaan jika dipaksakan, karena sang atlet bisa terlempar ke depan atau samping jika nekat meluncur terbang.

Baca:Mulai Terganggu Cuaca, Gantolle Lirik Bandara

Baca:Cuaca Buruk Hentikan Latihan Paralayang di Kemuning

Satu Sortie

Padahal, olahraga dirgantara itu hanya direkomendasikan meluncur terbang dari bukit jika arah angin bertiup dari depan atau headwind. Tak hanya itu. Curah hujan di kawasan waduk tersebut juga kian hari semakin tinggi. Tentu menjadi problem bagi para atlet yang biasanya mengasah performa bersama di lokasi itu.

‘’Terakhir, Rabu (1/2) lalu, kami hanya bisa satu sortie (sekali luncur terbang-red). Itu pun harus mencuri-curi arah angin saat headwind, terbang sebentar, lalu latihan spot landing atau ketepatan mendarat,’’ ungkap Stik.

Kemungkinan besar, Minggu (5/1), dirinya bersama atlet lain seperti Supardi (Karanganyar) dan Sulis Widodo (Solo), bakal mencoba terbang di perbukitan kawasan pantai Parangtritis, Bantul. Sebab informasi yang dia dengar, cuaca di kawasan Parangtritis saat ini masih bersahabat untuk kegiatan olahraga dirgantara.

‘’Infonya, angin masih bertiup dari arah depan. Curah hujan di Parangtritis kabarnya juga belum tinggi. Maka kami akan cek ke sana, kalau memungkinkan sekaligus berlatih. Jika tidak mungkin, ya mengalihkan latihan dengan start static towing,’’ tutur Stik.(Setyo Wiyono)

Simak:Fisik Taekwondoin KKO Tunjukkan Progres Positif

Simak: Pecatur Solo Juara Tiga di Arena Tunanetra

Editor: Budi Sarmun