Teruji, Sepak Bola CP Duel di Lapangan Becek

sepak-bola-palsy
AKSI: Para pemain dan pelatih tim pelatnas sepak bola celebral palsy (CP) NPCI melakukan aksi lompat bersama di sela-sela joging dari Ngasem menuju Pengging, Boyolali, Sabtu (05/01/2020). (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Akhir Pekan Joging Menuju Pengging

SOLO,suaramerdekasolo.com – Tim pelatnas sepak bola celebral palsy (CP) National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) teruji bertanding di lapangan becek. Tim proyeksi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020 itu tetap unggul pada duel latih tanding dalam kondisi hujan.

‘’Memang harus dicoba bertanding di lapangan licin dan berair. Hal itu sebagai antisipasi, jika saat bertanding di Filipina nanti, turun hujan dan beberapa bagian lapangan tergenang.

Kenyataannya, mereka bisa bermain saat hujan deras pada uji coba pekan lalu,’’ kata pelatih tim pelatnas sepak bola CP, Anshar Ahmad, Minggu (05/01/2020).

Bertarung di bawah guyuran hujan terjadi saat Yahya Hernanda dkk beruji coba versus tim U14-15 sekolah sepak bola (SSB) Al Wathoni di lapangan Gempol, Gumpang, Kartasura, Jumat (3/1) sore lalu. Lapangan basah membuat bola lebih sulit dikontrol.
Kendati demikian, tim yang telah menjalani training camp (T C) di Solo sejak Mei silam itu tetap dominan.

Mereka unggul 4-2 dalam partai itu. Striker Cahyana mencetak hattrick dan kapten tim Yahya Hernanda menceploskan gol, hingga babak pertama praktis milik pelatnas.

Cross country

Namun hujan yang kian deras usai turun minum, membuat tim pelatnas Merah-Putih agak kesulitan mengolah bola. Akibatnya tim Al Wathoni mampu memperkecil kekalahan dengan mencetak dua gol balasan pada babak kedua.

‘’Formasi baru lini belakang, Timin dan Dani Priyo Sejati juga dapat bekerja sama dan berkoordinasi dengan baik. Jadi ada pilihan, selain pasangan Mahdianur dan Dani di sektor pertahanan,’’ tutur Anshar.

Usai uji coba di lapangan berat, para awak tim yang juga diasah asisten pelatih Afif Bayu dan personel pendukung Pomo Warih Adi itu menjalani program kebugaran, Sabtu (04/01/2020) pagi. Mereka cross country atau joging ringan sepanjang lebih kurang lima kilometer dari Ngasem menuju Pengging,Boyolali.

‘’Selain tetap menjaga kebugaran, para pemain merasakan latihan dalam suasana berbeda, yakni melintasi persawahan dan relaksasi di umbul Pengging. Mereka yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia sekaligus kami kenalkan dengan wisata lokal,’’ tambah Pomo.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun