Pelatnas Para Cycling Tempa Kekuatan dan Daya Tahan

pelatnas-para-cycling-tempa-kekuatan-dan-daya-tahan
MEMACU SEPEDA: Para atlet pelatnas para cycling memacu sepedanya dalam latihan di jalan raya Boyolali.(Setyo Wiyono)

*Persiapan APG Filipina 2020

SOLO,suaramerdekasolo.com – Tim pelatnas para cycling (balap sepeda disabilitas) kembali menempa atlet-atletnya dengan program kekuatan (strenght) dan daya tahan (endurance). Kemampuan sepuluh pembalap proyeksi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020 yang menjalani training camp (TC) di Solo tersebut terus dimatangkan.

‘’Program strenght dilakukan tiga kali seminggu. Kalau endurance dua kali sepekan berupa latihan jalan raya di jalur rolling maupun datar. Jarak tempuhnya 80-120 kilometer,’’ kata pelatih sekaligus koordinator tim pelatnas para cycling National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), Fadilah Umar, Senin (6/1).

Latihan strenght terbagi dalam dua jenis pengerjaan. Yakni dua kali weigth training atau latihan beban di pusat kebugaran, serta sekali ergo statis yang dilaksanakan di kompleks penginapan.

Materi-materi tersebut sebenarnya sudah dilakukan para pembalap, beberapa bulan lalu. Namun karena pesta olahraga disabilitas terbesar se-Asia Tenggara di Filipina ditunda dari jadwal semula Januari menjadi Maret mendatang, maka program-program itu kembali diterapkan, sekaligus guna pematapan kemampuan atlet.

Individual Time Trial

Tak hanya itu. Sekali dalam sepekan, para pembalap juga diprogramkan menjalani latihan individual time trial (ITT) pada jalur tanjakan. ‘’Biasanya, latihan ITT dilakukan di jalur Bejen-Karangpandan daerah Karanganyar, atau di rute Jatinom wilayah Klaten,’’ jelas Umar yang juga dosen Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS Surakarta.

Masalah pencapaikan laju kecepatan tentu menjadi konsentrasi utama dalam seluruh program pelatnas. Guna melatih kecepatan maksimal tanpa hambatan, para atlet secara rutin juga diasah di velodrome Manahan. Sebab, mengasah kecepatan di jalan raya pasti menemui beberapa halangan, terutama menyangkut keberadaan kendaraan lain di jalan yang dilintasi.

‘’Maka sekali dalam sepekan, seluruh atlet berlatih kecepatan penuh tanpa rintangan di velodrome Manahan. Memang pada APG Filipina nanti tidak digelar lomba nomor-nomor track, tapi latihan di velodrome tetap penting,’’ jelas Umar.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun