Tinggalkan Jahit, Fokus Basket

Jaka-sriyana-tinggalkan-jahit-fokus-basket
Jaka Sriyana (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

MEMBURU prestasi, kini telah memenuhi benak Jaka Sriyana. Konsentrasi pria asal Cawas, Klaten itu, sekarang sepenuhnya dicurahkan untuk meningkatkan kemampuannya bermain basket kursi roda. Sebagai konsekwensi, keterampilan menjahit dia tinggalkan.

‘’Dulu sebelum aktif sebagai atlet di NPCI, saya mendapat latihan keterampilan menjahit di RC (Rehabilitasi Centrum-red) Jebres. Lalu ikut di yayasan jahit sebelah barat perempatan Manahan. Tapi sekarang konsentrasi penuh di olahraga. Di rumah buka warung kelontong,’’ kata Jaka, pekan lalu.

Ya, sejak Mei silam, Jaka bersama sembilan atlet disabilitas lainnya dari berbagai daerah di Tanah Air, menjadi awak tim pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). Tim pelatnas yang menjalani training camp (TC) di Solo tersebut diproyeksikan untuk bertarung di ajang basket kursi roda pada ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020, Maret mendatang.

‘’Semoga bisa menembus tiga besar dan merebut medali. Sebab, basket kursi roda merupakan cabang olahraga yang relatif baru di pelatnas NPCI. Persaingan bakal berat, terutama menghadapi Thailand dan Malaysia, serta tuan rumah Filipina,’’ kata Jaka.

Prestasi Atletik

Suami Yatni tersebut mulai menggeluti basket sejak pelatnas menghadapi Asian Para Games 2018 di Jakarta. Pada pesta olahraga disabilitas terbesar se-Asia itu, timnas Indonesia terpental pada babak penyisihan grup.

Sebelumnya, bapak dua anak yang tercatat sebagai warga Bendungan RT 3 RW 3 Cawas tersebut berkecimpung di cabang atletik. Sederet prestasi dan medali di arena atletik telah digenggam atlet kelahiran Klaten, 9 Agustus 1975 tersebut.

Pada Pekan Olahraga Cacat Nasional (Porcanas) Kalimantan Timur 2008, dia meraih medali emas balap kursi roda di nomor 800 meter, 1.500 meter dan 5.000 meter. Lalu pada Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jateng 2009, dia juga merebut tiga emas di nomor-nomor jarak menengah tersebut.

Prestasi kembali ditorehkannya pada Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas, semula bernama Porcanas) di Riau 2012. Tiga medali emas balap kursi roda nomor-nomor jarak menengah juga disabetnya. Pun di ajang Peparnas Jabar 2016 dan Kejurnas NPCI 2017.

‘’Lalu pada akhir 2017, saya mencoba beralih ke basket kursi roda yang merupakan cabang baru. Ikut seleksi nasional, serta kemudian dipanggil masuk pelatnas,’’ tutur satu-satunya atlet pelatnas basket NPCI dari Jateng itu.

‘’Sekarang saya dan rekan-rekan setim fokus untuk meraih prestasi terbaik untuk Indonesia di APG Filipina nanti,’’ tandasnya.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun