Sembilan Pesilat Pelatda Jateng Segera Kembali Ditempa

sembilan-pesilat-pelatda-Jateng-segera-kembali-ditempa
ASAH TEKNIK: Pesilat Solo Sapto Purnomo mengasah teknik bertarung dalam latihan pelatda Pra-PON Jateng di kawasan Gajahan, Colomadu.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Termasuk Empat Atlet dari Solo Raya

SOLO,suaramerdekasolo.com – Sembilan pesilat Jateng yang lolos prakualifikasi PON 2020, segera kembali ditempa dalam pemusatan latihan daerah (pelatda). Mereka, termasuk empat pesilat dari wilayah Solo Raya, bakal disiapkan guna menghadapi pesta olahraga terbesar se-Tanah Air di Papua mendatang.

‘’Kemungkinan pekan depan, pelatda dimulai lagi. Tapi kami belum bisa memastikan waktu dan tempat latihannya, sebab akan didiskusikan lebih dulu dalam pertemuan pengurus,’’ kata pelatih tim pelatda pencak silat Jateng, Indro Catur Haryono, Selasa (7/1).

Ketika masa persiapan menghadapi Pra-PON di Jakarta, 12-17 November lalu, mereka menjalani training camp (TC) di Solo. Markas berlatih mereka di eks gelanggang Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa (PPLM) Pencak Silat Jateng di kawasan Gajahan, Colomadu. Namun lokasi tersebut kini telah dipergunakan untuk kepentingan lain.

‘’Maka kami harus rapat untuk menentukan tempat bagi pelatda juga. Ada beberapa tawaran lokasi, tapi belum bisa saya sebutkan,’’ ujar Catur, pelatih yang tercatat sebagai warga Mangkuyudan Solo itu.

Wild Card

Tiga atlet Solo masuk sebagai awak pelatda, setelah merebut tiket menuju Papua 2020. Mereka adalah Zidni Rahma Amaliy yang merebut medali emas nomor seni tunggal putra pada prakualifikasi di Jakarta, November lalu. Selain itu, Sapto Purnomo (medali perak kelas E putra) dan Nadia Haq Umami Nur Cahyani (perunggu kelas B putri).

Pesilat Klaten Khoirudin Mustakim juga lolos menuju Papua dengan wild card, karena sebelumnya menghuni pelatnas SEA Games Filipina 2019. Di Filipina, Mustakim menggenggam medali perak kelas A putra.

Lima pesilat lain yang masuk pelatda adalah Faradlillah Rahma Ajeng (Banyumas/kelas F putri), Dela Kusumawati (kelas C putri dari Kota Tegal), Annas Rais Arni Raihan (Kudus/kelas G putra), Barata Yuda (Wonosobo/kelas C putra) dan Triana Ragil Rahmayani (Banjarnegara/ kelas D putri).
Pelatih lain pelatda Jateng Haris Nugroho menambahkan, sebagai langkah awal pelatda, para pesilat melakukan latihan bersama pada tiap akhir pekan. ‘’Lokasinya bisa di padepokan silat Kartasura,’’ tutur dia.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun