Enam Belas Atlet Atletik Bakal Bersaing di IWAS 2020

Enam-belas-atlet-atletik-direncanakan-ke-IWAS-2020
LEMPAR CAKRAM: Atlet pelatnas atletik National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Priyano berlatih lempar cakram di Stadion UNS Surakarta.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Juara Dunia dari Boyolali Dijadwalkan Ikut

SOLO,suaramerdekasolo.com – Enam belas atlet atletik National Paralympic Committe Indonesia (NPCI) direncanakan untuk bersaing di ajang International Wheelchair and Amputee Sports (IWAS) 2020. Mereka terdiri atas atlet-atlet pelatnas yang telah menjalani training camp (TC) di Solo, sejak Mei silam.

‘’Kami rencanakan kirim 16 atlet yang kelasnya dibuka pada multievent IWAS di Thailand pada Februari mendatang itu. Mudah-mudahan disetujui untuk berangkat,’’ kata salah seorang pelatih pelatnas atletik NPCI, Purwo Adi Sanyoto, Senin (13/1).

Di antara para atlet yang akan dikirimkan tersebut terdapat juara dunia lari sprint 100 meter kelas T42, Karisma Evi Tiarani. Atlet asal Boyolali tersebut rencananya menguji kemampuannya sebelum memburu emas bagi kontingen Indonesia di arena ASEAN Para Games (APG) Filipina, Maret mendatang.

‘’Saptoyoga Purnama, peraih perak kejuaraan dunia di Dubai beberapa bulan lalu, akan turut diturunkan di nomor lari jarak pendek kelas T37. Sejumlah atlet lempar juga rencananya dikirim ke IWAS,’’ jelas Purwo.

Baca: Dites, Progres Awak Atletik Capai 90 Persen

Baca: Sepak Bola CP Matangkan ‘’Man to Man Marking’’

Tanpa Target Khusus

Beberapa atlet lempar, seperti cakram, lembing dan tolak peluru yang masuk daftar rencana ke IWAS di antaranya Priyano dari Cilacap di kelas F46, Famini (Kebumen/F56) dan Alan Sastra Ginting (kelas F57).

Purwo menambahkan, tidak ada target khusus yang dipatok dalam kejuaraan IWAS. Kendati demikian, para atlet tetap diminta untuk tampil baik pada persaingan di Negeri Gajah Putih itu.

Menurut dia, rencana keikutsertaan atlet-atlet pelatnas di ajang tersebut lebih untuk mengukur diri dan mencermati perkembangan para pesaing dari negara-negara Asia Tenggara. ‘’Konsentrasi utama kami tetap pada APG Filipina, Maret mendatang. Tapi kemungkinan atlet-atlet dari negara-negara tetangga turut bersaing IWAS, sehingga kemampuan terkini mereka dapat kami cermati,’’ ujarnya.

Saat ini para atlet pelatnas kembali memasuki fase persiapan khusus, setelah ada pengumuman resmi penundaan pelaksanaan APG Filipina. Semula pesta olahraga difabel terbesar Asia Tenggara itu diagendakan pada 16-24 Januari, namun kemudian mundur menjadi 18-28 Maret mendatang.(Setyo Wiyono)

Simak: Jaga Fisik, Voli Duduk Tetap Tingkatkan Teknik

Editor: Budi Sarmun