Sepak Bola CP Matangkan ‘’Man to Man Marking’’

Sepak-Bola-CP-Matangkan-Man-to-Man-Marking
SATU LAWAN SATU: Latihan penjagaan satu lawan satu dimatangkan dalam pelatnas sepak bola celebral palsy (CP) NPCI di lapangan Baturan, Colomadu.(Setyo Wiyono)

*Membatasi Agenda Laga Uji Coba

SOLO,suaramerdeka.com – Peningkatan teknik dan strategi pertandingan kini menjadi konsentrasi program pelatnas sepak bola celebral palsy (CP) yang diproyeksikan menghadapi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020. Yahya Hernanda dkk dimatangkan dalam latihan peningkatan kemampuan teknik bertahan dan menyerang.

‘’Pola bertahan dengan teknik man to man marking atau satu lawan satu, juga dua lawan dua atau tiga lawan tiga, sekarang sedang terus saya matangkan. Tentu kami ingin tim ini tidak mudah dibobol lawan pada APG di Filipina nanti,’’ kata pelatih tim pelatnas sepak bola CP National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Anshar Ahmad, Senin (13/1).

Beberapa pemain belakang seperti Timin asal Wonogiri, Adi Joko Saputra (Solo) dan Dani Priyo Sejati (Kabupaten Magelang) diharapkan lebih bisa membaca kesempatan untuk memotong laju bola lawan. Kapan pressing cepat dilakukan dan kapan hanya membayangi, tetap jadi materi yang terus diulang. Demikian pula latihan antisipasi kiper Amin Rosyid dan Muhammad Yusuf, jika lawan berhasil menerobos pertahanan.

Baca: Jaga Fisik, Voli Duduk Tetap Tingkatkan Teknik

Baca: Tingkatkan Pembinaan, Voli Solo Tambah Arena Latihan

Naluri Cetak Gol

Di sisi lain, Anshar yang dibantu asisten pelatih Afif Bayu dan personel pendukung Pomo Warih Adi juga mempertajam naluri mencetak gol bagi para pemain depan. Cahyana, Yahya Muhaimi serta sejumlah awak lini depan ditempa agar lebih produktif membobol gawang lawan.

‘’Ketenangan dalam melepas tembakan atau tandukan bola ke gawang sangat dibutuhkan,’’ tutur mantan pemain Arseto Solo tersebut.

Mengingat materi teknik menjadi fokus utama di samping penjagaan kondisi fisik para pemain, maka Anshar mengentikan sementara agenda-agenda uji coba tim pelatnas. Lebih-lebih curah hujan tinggi di wilayah Kota Bengawan sejak beberapa pekan lalu, sering menghambat penerapan strategi dalam uji coba karena lapangan becek dan berair.

‘’Ketimbang tidak bisa uji coba optimal, maka lebih baik konsentrasi dulu pada pematangan teknik. Apalagi waktu masih mencukupi, mengingat APG Filipina akan digelar medio Maret mendatang,’’ jelas Anshar.

Pelatnas sepak bola CP dan 15 cabang olahraga lain NPCI dipusatkan di Solo, sejak Mei silam. Secara keseluruhan terdapat 13 awak tim sepak bola yang secara rutin berlatih teknik dan games di lapangan Baturan, Colomadu.(Setyo Wiyono)

Simak:Teruji, Sepak Bola CP Duel di Lapangan Becek

Editor: Budi Sarmun