Para Cycling Pacu Speed Interval Maksimal di Velodrome

Para-cycling-pacu-speed-interval-maksimal-di-velodrome
SELEBRASI: Para atlet dan pelatih pelatnas spara cylcing mengakhiri latihan dengan selebrasi di velodrome Manahan Solo, Selasa (14/1).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Persiapan Hadapi APG Filipina 2020

SOLO,suaramerdekasolo.com – Kecepatan dan daya tahan tetap menjadi fokus latihan tim pelatnas balap sepeda difable yang menjalani training camp (TC) di Solo. Materi speed interval secara maksimal pun menjadi porsi latihan Muhammad Fadli Imammuddin dkk dalam latihan di velodrome Manahan, Selasa (14/1).

Pelatih sekaligus koordinator tim pelatnas para cycling National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Fadilah Umar mengungkapkan, pada ASEAN Para Games (APG) Filipina, Maret mendatang, memang tidak digelar nomor-nomor track. Seluruh persaingan yang dibuka hanya untuk nomor-nomor jalan raya.

‘’Tetapi memacu kecepatan maksimal secara interval di velodrome, cukup membantu untuk persiapan balap nomor kriterium,’’ kata dia, di sela-sela memimpin latihan tersebut.

Selain kriterium, nomor-nomor jalan raya yang bakal digelar pada pesta olahraga disabilitas terbesar se-Asia Tenggara tersebut adalah individual time trial (ITT) dan individual road race (IRR). Karena itu, sepuluh pembalap yang ditempa dalam pelatnas sejak Mei silam, digembleng guna menghadapi persaingan di nomor-nomor itu.

Ergo dan Roll

Velodrome Manahan menjadi salah satu venue latihan bagi para awak pelatnas yang ditarget meraih sekeping medali emas di Filipina itu. Mereka menjalani materi memacu kecepatan maksimal tanpa rintangan, sekali dalam sepekan.

Latihan lainnya dilaksanakan di berbagai jalan raya Solo dan sekitarnya. Mereka sering ditempa untuk melahap tanjakan di lereng Gunung Lawu daerah Karanganyar dan lereng Merapi di wilayah Boyolali. Selain itu, para pembalap juga menjalani latihan ergo statis dan roll di kompleks penginapan tim.

‘’Masih ada waktu bagi para atlet untuk meningkatkan performanya, sebelum turun pada persaingan sebenarnya, 20-28 Maret mendatang,’’ kata Umar yang dibantu asisten pelatih Erick Suprianto, Wildan Alfia Nugroho dan Rizan Setyo Nugroho, serta teknisi Diwan Fiar Pradana itu.

Tiga di antara sepuluh atlet para cycling itu merupakan pembalap dari Solo Raya, yakni Wagiyo (Karanganyar), Iwan Susanto (Boyolali) dan Slamet Kardiman (Sragen). Atlet-atlet lain berasal dari berbagai daerah di Tanah Air. Mereka adalah Muhammad Fadli Imammuddin, Sufyan Saori, Marthin Lossu, Saipul Anwar, Habib Shaleh, Tryagus Arief dan Mian Sirait.(Setyo Wiyono)

Editor: Budi Sarmun