Empat Petembak Bakal Adu Jitu ke Thailand

Empat-petembak-bakal-adu-jitu-ke-Thailand
LATIHAN: Beberapa atlet pelatnas menembak National Paralympic Committe Indonesia (NPCI) menjalani latihan di Hartono Trade Center (HTC) Solo Baru, Rabu (15/1).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*NPCI Gelar Pelatnas Menembak di Solo

SOLO,suaramerdekasolo.com – Empat petembak bakal beradu jitu ke Thailand, akhir Februari mendatang. Mereka membidik target tiga besar pada multievent International Wheelchair and Amputee Sports (IWAS) Global Games 2020 di Negeri Gajah Putih tersebut.

Keempat atlet itu kini ditempa dalam pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). Mereka adalah Bolo Triyanto yang masuk klasifikasi SH2 , Ahmad Ridwan (SH1), Hanik Puji Astuti (SH1) dan Ratmini (SH2). Mereka mulai menjalani training camp (TC) di Kota Bengawan, sejak awal Januari lalu.

‘’Kami mengincar paling tidak sekeping medali pada persaingan di IWAS. Perhitungan saya, ada peluang untuk menembus peringkat tiga besar,’’ kata pelatih menembak National Paralympic Committee Indonesia (NPCI), Saridi, Rabu (15/1).

Peluang terbesar, menurut pria yang juga anggota Grup 2 Kopassus Kandangmenjangan Kartasura itu, terutama pada Bolo Trianto. Sebab atlet asal Sragen tersebut pernah mengemas nilai 634,1 poin pada kejuaraan dunia Sydney 2019 World Shooting Para Sport Championships, Oktober lalu.

Naik Empat Poin

Hasil itu pula yang membawa Bolo menempati peringkat 11 dunia nomor SH2 R5 air rifle prone. Pada ajang tersebut, atlet Solo Hanik yang mengemas nilai 608 poin menempati peringkat 13 dunia noor SH1 R2 standing. Keduanya pun lolos minimum qualifications score (MQS), serta masuk jalur menuju Paralympic Games Tokyo 2020.

‘’Saat itu, nilai Bolo hanya selisih 0,8 poin dari James Bevis (Inggris) yang menempati urutan paling akhir (urutan delapan) di babak final. Nah, sekarang dalam latihan nilai Bolo mencapai 638, atau naik empat poin dari hasil di Sydney. Artinya, dia punya peluang masuk peringkat tiga besar di IWAS,’’ jelas Saridi.

Sementara itu, Hanik menyatakan bakal berusaha tampil maksimal pada ajang IWAS di Thailand. Menurut dia, pelatnas menembak yang dimulai awal Januari lalu sangat mendukung peningkatan performa para atlet.

‘’TC dalam pelatnas akan saya manfaatkan maksimal guna persiapan menghadapi IWAS, yang merupakan salah satu try out menuju Paralympic Tokyo 2020. Paling tidak, saya akan berusaha meningkatkan peringkat saya,’’ ujarnya.(Setyo Wiyono)

Editor: Budi Sarmun