Kenalkan Panjat Tebing ke Anak

kenalkan-panjat-tebing-ke-anak
Sigit Infantoro.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

OLAHRAGA menjadi dunia yang digeluti Sigit Infantoro hingga kini. Warga Malangjiwan,Colomadu itu tercatat sebagai pelatih Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Pencak Silat Jateng yang bermarkas di kompleks GOR Jatidiri Semarang.

Namun ternyata lelaki kelahiran Kebumen, 15 Desember 1975 itu tidak hanya mengenal salah satu cabang beladiri tersebut. Dia pernah aktif berkecimpung di kancah pecinta alam, termasuk berkiprah di arena panjat tebing, saat masih menjadi mahasiswa di Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta.

‘’Saya turut berkecimpung di panjat tebing pada 1996-1999. Selain menjadi belayer panjat tebing, saya bahkan pernah jadi Ketua Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Arcapada Unisri,’’ ujar Sigit.

Karena itu, dia masih tetap berkomunikasi dengan para personel di komunitas panjat tebing Kota Bengawan. Saat senggang, suami Sri Winarni tersebut juga mengajak keluarganya berkunjung ke arena papan panjat Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Surakarta di kompleks Stadion Manahan.

‘’Saya ingin mengenalkan olahraga pada anak-anak. Sepertinya anak sulung Fartana Alfadina Sasana tertarik belajar panjat tebing. Mudah-mudahan mau menekuni dan bisa jadi atlet,’’ tutur dia ketika singgah dan melihat latihan para pemanjat pemula di Manahan, Minggu (12/1).

Berkarier

Juara kelas H putra PON 2000 di Surabaya itu mengungkapkan, menekuni olahraga prestasi saat ini bisa menuntun seseorang dalam berkarier di pekerjaan. Dia merupakan salah seorang yang telah menjalaninya.

Bermula dari prestasinya, termasuk menjadi juara kelas I putra Kejurnas Pencak Silat 2002 di Jakarta, Sigit semula diminta membantu operasional PPLP Pencak Silat pada 2006, yang kala itu bermarkas di kawasan Ngabeyan, Kartasura. Pada 2009, lelaki berpostur berat badan 96 kg dan tinggi 169 cm itu mendapat status sebagai PNS di lingkungan Pemkab Sukoharjo.

‘’Sekarang saya geser sebagai ASN di Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, serta diserahi tugas turut mengelola PPLOP Pencak Silat yang sejak 2014 dipindahkan ke kompleks Jatidiri Semarang,’’ ungkapnya.(Setyo Wiyono)

Editor: Budi Sarmun