Fadli Buru Tiket Individual Para Cycling Paralympic 2020

Fadli-Buru-Tiket-Individual-Para-Cycling-Paralympic-2020
MEMACU SEPEDA: Pembalap para cycling Muhammad Fadli Immamuddin memacu sepedanya dalam latihan pelatnas NPCI di velodrome Manahan Solo.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Bersiap Adu Kebut ke Kanada

SOLO,suaramerdekasolo.com – Pembalap pelatnas para cycling Indonesia, Muhammad Fadli Immamuddin bakal memburu tiket individual menuju Paralympic Games Tokyo 2020. Pembalap National Paralympic Committe Indonesia (NPCI) tersebut akan beradu kebut dalam kejuaraan dunia di Kanada, 28 Januari-2 Februari nanti.

‘’Saya akan berusaha meningkatkan peringkat di nomor 4.000 meter individual pursuit (IP). Pada seri kejuaraan dunia di Belanda pada 10-12 Maret 2019, saya menempati peringkat 10 dengan catatan waktu 5,02 menit,’’ kata Fadli di sela-sela latihan pelatnas di Solo, Kamis (16/1).

Catatan waktu tersebut kian bagus, saat dirinya bersaing dalam kejuaraan internasional di Negeri Jiran. Pada ajang UCI Malaysia Track Championship, Agustus 2019, mantan juara balap motor Asia itu mencatatkan waktu terbaik 4,53 menit.

‘’Mungkin kecepatan Fadli kini makin meningkat, setelah digembleng terus dalam pelatnas. Kami tidak bisa mengecek secara akurat, karena landasan velodrome Manahan di Solo berupa beton, sementara velodrome untuk kejuaraan dunia beralas kayu,’’ ujar koordinator sekaligus pelatih tim pelatnas para cycling NPCI, Fadilah Umar.

Baca:Para Cycling Pacu Speed Interval Maksimal di Velodrome

Baca:Empat Petembak Bakal Adu Jitu ke Thailand

Khusus Nomor Track

Pria yang juga dosen Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS Surakarta itu mengungkapkan, kejuaraan dunia di Kanada merupakan rangkaian ajang perburuan tiket menuju Tokyo 2020. Nomor-nomor yang dilombakan khusus track. Sedangkan untuk seri dunia nomor-nomor jalan raya rencananya digelar di Belgia, Juni mendatang.

‘’Indonesia sudah mendapat satu tiket para cycling di Paralympic 2020. Tapi Fadli juga ingin meraih tiket individual menuju Tokyo. Kalau perburuannya berhasil, maka bisa dua pembalap Indonesia yang berlomba di Paralympic,’’ jelas Umar.

Fadli masuk dalam klasifikasi disabilitas C4 di arena para cycling. Hingga akhir 2019, dia berada di peringkat 13 dunia versi UCI (Union Cycliste Internationale/organisasi balap sepeda dunia). Selama ini, dia memiliki spesialisasi 4.000 meter IP untuk nomor track, serta individual time trial (ITT) di nomor jalan raya.

‘’Rencananya, kami berangkat pada 26 Januari untuk persiapan dan coba venue di Kanada sebelum lomba,’’ tutur Umar.(Setyo Wiyono)

Simak:Pemain Dirotasi, Demi Tingkatkan Performa Diri

Editor:Budi Sarmun