Pemain Dirotasi, Demi Tingkatkan Performa Diri

*Sepak Bola CP Hadapi APG Filipina

SOLO,suaramerdekasolo.com – Pengunduran waktu penyelenggaraan ASEAN Para Games (APG) Filipina yang semula dijadwalkan 18-24 Januari menjadi 20-28 Maret, dimanfaatkan pelatih Anshar Ahmad untuk meningkatkan performa diri para pemain tim pelatnas sepak bola celebral palsy (CP).

Pada beberapa kali games antarteman di lapangan Baturan, Colomadu, mantan penggawa Arseto Solo itu melakukan rotasi. Sejumlah pemain yang biasa dijadikan dalam satu kerangka tim ini, dioplos menjadi dua tim dalam pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) itu.

‘’Rancangan tim inti sudah ada. Tapi kalau saya rotasi komposisi mereka dalam dua tim yang berhadapan, maka akan semakin terlihat kemampuannya masing-masing. Harapannya, mereka yang performanya kurang, dapat lebih meningkatkan diri,’’ kata dia, Kamis (16/1).

Lebih-lebih selama beberapa pekan terakhir, pemain belakang Mahdianur harus beristirahat demi pemulihan telapak kakinya setelah dioperasi karena sakit. Maka 12 pemain yang ada dipilah langsung menjadi dua tim, guna menjalani games-games internal.

Baca:Sepak Bola CP Matangkan ‘’Man to Man Marking’’

Baca:Empat Petembak Bakal Adu Jitu ke Thailand

Beberapa Komposisi

Anshar telah mengantongi beberapa komposisi awak tim yang bisa dimainkan dalam pesta olahraga disabilitas terbesar se-Asia Tenggara mendatang. Alternatif-alternatif skema tersebut bertujuan agar Yahya Hernanda dkk bisa kembali meraih gelar juara, seperti hasil gemilang pada APG Malaysia 2017.

‘’Dengan melakukan rotasi selama masa persiapan khusus sekarang ini, bisa jadi muncul skema tambahan. Kan harus ada plan A, plan B, plan C dan seterusnya untuk menghadapi kejuaraan,’’ tandas sang pelatih.

Pertandingan sepak bola CP bakal dimainkan dalam sistem ‘’7 a side football’’ atau tujuh lawan tujuh pemain. Laga tersebut digelar di lapangan berukuran 50 x 80 meter dalam durasi dua kali 30 menit. Duel tersebut tidak mengenal off side.

Tim negara peserta yang selama ini diperhitungkan sebagai rival terberat yakni Thailand dan Myanmar. Kendati demikian, Anshar tetap mewaspadai kekuatan baru tim-tim lain di luar dua negara itu.(Setyo Wiyono)

Simak:Kembali Pompa Fisik Perenang Pelatnas APG Filipina

Simak:Solo Siapkan Karateka untuk Popda SMP dan SMA

Editor:Budi Sarmun