Alfian Menempa Diri di Wall Climbing Manahan

Alfian-menempa-diri-di-wall-climbing-Manahan
JALUR LEAD: Pemanjat Solo yang menjadi juara dunia, Alfian M Fajri mengasah kemampuan di jalur lead pada latihan di papan panjang kompleks Stadion Manahan.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Memburu Peluang Sempit Menuju Olimpiade

SOLO,suaramerdekasolo.com – Juara dunia speed world record panjat tebing, Alfian Muhammad Fajri, kini rutin menjalani latihan di wall climbing (papan panjat) kompleks Stadion Manahan, Solo. Atlet Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Surakarta itu masih menunggu pemanggilan untuk kembali mengikuti pelatnas.

‘’Masih ada kesempatan kejuaraan di Jepang pada Maret atau April, sebagai rangkaian kualifikasi. Persaingan sangat berat, tapi saya akan berusaha maksimal untuk meraih tiket Olimpiade 2020,’’ tandas lelaki yang tercatat sebagai wrga RT 1 RW 21 Kelurahan Semanggi, Pasar Kliwon itu.

Alfian memang masih memiliki kesempatan memburu tiket menuju Olimpiade Tokyo 2020, kendati peluangnya cukup sempit. Penggabungan tiga kategori sekaligus, yakni speed world record, lead dan boulder, membuat rivalitas menuju pesta olahraga terbesar sejagat tersebut, sangat sengit.

Padahal, sebelum panjat tebing ditetapkan sebagai cabang yang digelar di olimpiade, berbagai kejuaraan internasional dan dunia, selalu memilah persaingan tiga disiplin tersebut. Sebab, masing-masing kategori memiliki karakteristik yang berbeda.

Empat-Lima Kali

Selama berlatih di wall climbing Manahan, Alfian sering didampingi pelatih FPTI Surakarta, Guntur Joko Purwanto. Pemanjat 22 tahun tersebut tidak hanya menempa diri di papan speed, namun juga mengasah kemampuannya di jalur lead.

Dia tidak sendirian. Namun sering latihan berdampingan dengan para pemanjat pemula Kota Bengawan. Tentu kehadirannya lebih memacu semangat berlatih para pemula yang berusia mulai TK, SD, SMP dan SMA tersebut.

‘’Pelatih pelatnas meminta saya tetap berlatih rutin tiga kali dalam sepekan. Padahal saya latihan hingga empat-lima kali seminggu, termasuk tetap menjalani materi fisik,’’ ujar dia.

Alfian dua kali menyabet gelar juara dunia sepanjang tahun lalu. Pertama, atlet berpostur tinggi 167 centimeter itu merebut gelar juara dunia speed world record putra dalam IFSC World Series di Chongqing, Tiongkok pada April 2019. Catatan waktunya 5,970 detik. Kedua, dia menggenggam medali emas speed world record di arena IFSC Climbing World Cup Chamonix 2019 di Perancis, tiga bulan berikutnya, tepatnya pada 12 Juli 2019. Catatan waktunya meningkat menjadi 5,764 detik.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun