Balap Sepeda Bakal Intensifkan Latihan di Velodrome

balap-sepeda-bakal-intensifkan-latihan-di-velodrome
MEMACU SEPEDA: Pembalap putri Solo, Annisa Destein Cindy Qiawati (tengah) memacu sepedanya bersama sejumlah atlet lain dalam latihan di daerah Karanganyar.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*ISSI Surakarta Ajukan Dispensasi ke Wali Kota

SOLO,suaramerdekasolo.com – Para pembalap sepeda Solo bakal diintensifkan dalam latihan track di velodrome Manahan. Latihan tersebut sekaligus guna mempersiapkan pembalap Kota Bengawan yang akan membela tim Jateng pada PON XX/2020.

‘’Tahun lalu para pembalap Solo kesulitan berlatih di velodrome. Maka kini kami mengajukan surat permohonan dispensasi ke Pak Wali Kota (FX Hadi Rudyatmo-red) untuk jadwal penggunaan velodrome Manahan demi meningkatkan performa atlet,’’ kata Ketua Harian Pengkot Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Surakarta, Supardi, Senin (20/1).

Pembalap Solo yang telah memastikan diri lolos menuju pesta olahraga nasional terbesar itu adalah Annisa Destein Cindy Qiawati. Pelajar SMAN 7 Surakarta tersebut telah merebut tiket PON pada ajang kualifikasi di Lubuk Linggau, tahun lalu.

Saat ini, Cindy bersama para pembalap lain Kota Bengawan terus mengasah kemampuan di bawah bimbingan pelatih Agus Sadiyanto. Namun program-program latihan dilakukan di jalur-jalur jalan raya, baik melalui rute datar, rolling, maupun tanjakan.

Baca:Tim Balap Sepeda Solo Disiapkan untuk Hadapi 2020

Baca:Gantolle Urus Pengajuan Permohonan Latihan di Cepu

Kecepatan Maksimal

Sang pelatih, Agus Sadiyanto menyebut pentingnya latihan di velodrome Manahan. Secara umum, latihan dijalan raya lebih efektif untuk menggenjot kemampuan atlet dalam peningkatan strenght dan endurance. Namun banyak kendala yang dihadapi guna menempa kecepatan atlet.

Kepadatan lalu lintas dan banyaknya pengguna jalan raya menjadi salah satu rintangan. Selain itu, sebagian jalur jalan yang dilalui untuk latihan, terpotong dengan keberadaan lampu traffic light. Jadi, kecepatan para atlet sering tidak bisa dipacu secara maksimal.

‘’Kalau latihan di velodrome, bisa untuk memacu kecepatan maksimal para pembalap. Bisa juga digunakan berlatih kecepatan secara interval,’’ jelas pria yang juga pelatih Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Balap Sepeda Jateng itu.

Velodrome Manahan saat ini digunakan untuk berlatih pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) yang diproyeksikan guna menghadapi ASEAN ParaGames (APG) yang bakal digelar di Filipina, Maret mendatang. Di luar jadwal itu, arena balap sepeda nomor-nomor track tersebut, pada bagian selasarnya justru sering digunakan berlatih sejumlah klub sepatu roda di Kota Bengawan.(Setyo Wiyono)

Simak:Februari, Arena Latihan Baru Voli Solo Mulai Dipakai

Simak:Alfian Menempa Diri di Wall Climbing Manahan

Editor:Budi Sarmun