Lifter Sragen Ditarget Medali Perak di APG Filipina

lifter-sragen-ditarget-medali-perak-APG-Filipina
KEKUATAN ANGKATAN: Lifter Sragen Atmaji Priyambodo mengasah kekuatan angkatan dalam pelatnas proyeksi APG Filipina 2020 di Kantor Pusat NPCI kawasan Jebres, Solo, Selasa (21/1).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*TC Pelatnas NPCI di Solo

SOLO,suaramerdekasolo.com – Atlet angkat berat atau lifter Sragen Atmaji Priyambodo ditargetkan meraih medali perak pada ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020. Namun atlet pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) tersebut bertekad melampaui target tersebut.

‘’Secara pribadi, saya ingin merebut medali emas di APG Filipina, meski tim pelatnas menargetkan perak. Tentu saya harus berlatih keras dan konsentrasi penuh untuk mewujudkannya,’’ kata Atmaji usai latihan di kompleks Kantor Pusat NPCI kawasan Jebres, Solo, Selasa (21/1).

Dia memang meraih medali perak pada beberapa kali APG, termasuk pesta olahraga disabilitas se-Asia Tenggara terakhir di Malaysia, 2017. Selama ini, atlet bertubuh subur tersebut turun di kelas 97 kg. Namun pada APG di Filipina, 20-18 Maret mendatang, Atmaji rencananya diturunkan dalam persaingan di kelas 107 kg putra.

‘’Saya sudah melakukan penyesuaian untuk naik kelas ke 107 kg. Sekarang terus memantapkan kemampuan untuk bersaing di kelas tersebut,’’ tambahnya.

Baca:Menpora Pompa Semangat Buru 100 Medali Emas APG Filipina

Baca:TC APG Jalan Terus, Atlet-Pelatih Tak Boleh Pulang

Peluang

Pelatnas angkat berat yang menjalani training camp (TC) di Solo sejak Mei silam, dihuni 14 atlet, tiga di antaranya dari Sragen. Selain Atmaji, dua lainnya adalah Sriyanti yang diplot turun di kelas 86+ kg dan Margono kelas 72 kg. Jika ditengok dari lingkup wilayah Jateng, terdapat juga seorang lifter putri asal Kudus, Rani Pujiastuti yang bakal bersaing di kelas 55 kg.

‘’Atmaji dan Rani memang ditargetkan menggenggam medali perak dalam persaingan di Filipina nanti. Kendati demikian, Sriyanti dan Margono juga punya peluang untuk menembus peringkat tiga besar,’’ ujar pelatih pelatnas angkat berat NPCI, Coni Ruswanta.

Di antara para atlet dari Jateng tersebut, Margono merupakan debutan di ajang APG. Menurut Coni, lifter putra itu sebenarnya pernah beradu kemampuan pada Asian Para Games di Jakarta 2018. Belum ada hasil medali yang diraihnya pada pesta olahraga disabilitas terbesar se-Asia tersebut.

‘’Tetapi bersaing di negeri sendiri, tentu sangat berbeda dibandingkan dengan bertempur di negeri orang. Butuh mental lebih kuat bagi atlet yang belum pernah turun berlomba di negara lain. Maka kami terus berusaha meningkatkan mental para lifter baru,’’ tutur Coni.(Setyo Wiyono)

Simak:Balap Sepeda Bakal Intensifkan Latihan di Velodrome

Simak:Atlet Debutan Atletik Mengincar Tiga Besar

Editor:Budi Sarmun