Begini Cara Fadli Siasati Kejenuhan Rutinitas di Pelatnas

begini-cara-fadli-siasati-kejenuhan-rutinitas-pelatnas
Muhammad Fadli Immamuddin.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

BERLATIH rutin dalam tempo lama dan jauh dari keluarga, bisa memunculkan kejenuhan. Situasi itu terkadang menghampiri Muhammad Fadli Immamuddin, pembalap

yang menjalani training camp (TC) di Solo sejak Mei lalu.

Tentu saja, berbagai program latihan rutin guna memburu prestasi pada ASEAN Para Games (APG) yang akan digelar di Filipina, 20-28 Maret mendatang, tak bisa abaikan. Konsentrasi mempersiapkan diri menjadi sangat berarti. Lebih-lebih, mantan juara balap motor Asia tersebut diproyeksikan merebut medali emas di arena balap sepeda pada pesta olahraga disabilitas terbesar se-Asia Tenggara itu.

Muhammad Fadli Immamuddin.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

‘’Ya, bagaimana pintar-pintar menyiasati kejenuhan saja. Kalau tidak bisa izin pulang ke Bogor, ya keluarga diminta datang ke Solo. Yang penting, fokus ke pelatnas tak terganggu,’’ ujar Fadli.

Suami Astyavi dan bapak seorang anak, Muhammad Ali tersebut mengungkapkan, keluarganya tak mempersoalkan jika memang harus mengunjunginya ke Kota Bengawan. ‘’Desember lalu, bahkan sampai dua kali keluarga saya yang datang ke sini,’’ tutur dia.

Baca:Fadli Buru Tiket Individual Para Cycling Paralympic 2020

Restorasi Motor

Muhammad Fadli Immamuddin (kiri) memacu sepeda bersama Sufyan Saori.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

Tak hanya kehadiran keluarga. Pembalap kelahiran Bogor, 25 Juli 1984 itu juga menyiasati kejenuhan rutinitas berlatih dengan mengurus motor. Atlet peraih medali perak individual time trial (ITT) pada APG Malaysia 2017 itu kini sedang merestorasi motor bekas Honda Win yang baru dibelinya, beberapa pekan lalu.

‘’Sejak dulu, saya suka juga motor-motor jadul. Karena motor lama, maka perlu mencari onderdil dan perlengkapan lain untuk melengkapinya lagi. Itu jadi keasyikan di luar jadwal latihan pelatnas,’’ kata dia.

Fokus utama perburuan prestasi Fadli tidak hanya tertuju pada APG Filipina 2020. Atlet yang terpaksa mengakhiri karier balap motornya akibat insiden kecelakaan tragis di Sirkuit Sentul pada 2015 itu, sekarang juga sedang mempersiapkan diri menghadapi Paralympic Games Tokyo 2020. Didampingi pelatih pelatnas para cycling Fadilah Umar, dia bakal memburu tiket individual menuju Paralympic, pada ajang kualifikasi di Kanada, 28 Januari-2 Februari mendatang.(Setyo Wiyono)

Simak:Para Cycling Pacu Speed Interval Maksimal di Velodrome

Editor: Budi Sarmun