Pemanjat Pemula Diharapkan Susul Jejak Alfian

panjat1
SELAMATAN: Para pemanjat pemula, pengurus dan atlet senior mengikuti selamatan pembentukan klub Solo Adventum di bawah papan panjat tebing kompleks Stadion Manahan, Minggu (26/1).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Solo Adventum Bertekad Pacu Bibit Atlet

SEKITAR dua puluh anak mulai usia taman kanak-kanan (TK) hingga SMA, kini belajar olahraga panjat tebing di Solo Sport Clibing Center kompleks Stadion Manahan, hampir setiap sore. Mereka yang merupakan para siswa klub Solo Adventum ditempa untuk menjadi atlet di bawah naungan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Surakarta.

‘’Kami bertekad memacu bibit-bibit itu menjadi atlet-atlet andal. Bukan tak mungkin, kelak mereka menyusul jejak Alfian Muhammad Fajri dan Aries Susanti Rahayu menjadi juara dunia,’’ kata ketua klub Solo Adventum, Teddy Purwadi Saba, Senin (27/1).

Alfian merupakan atlet panjat gemblengan FPTI Surakarta yang dua kali meraih gelar juara dunia nomor speed world record selama 2019. Demikian juga Aries, juara dunia asal Grobogan yang dulu juga kerap berlatih di Solo.
‘’Munculnya banyak pemanjat anak-anak jadi awal yang bagus untuk perkembangan panjat tebing Solo,’’ ujar Alfian yang turut hadir di acara itu.

Pembentukan klub itu ditandai dengan selamatan tumpeng sederhana di kompleks papan panjat, setelah anak-anak berlatih, Minggu (26/1) pagi. Kebetulan salah seorang siswa, Eifel, hari itu juga berulang tahun. Selain Teddy, salah seorang pendiri klub yang juga pemanjat kawakan dokter Adhi Dharma pun hadir.

Pendiri lain seperti penasihat FPTI Surakarta Honda Hendarto tak bergabung karena ada kegiatan lain bersamaan, sementara Ketua Umum FPTI Surakarta Her Suprabu menjalankan ibadah umroh. Sejumlah atlet senior, pelatih dan pengurus lain FPTI juga turut bergabung dalam seremoni sederhana itu.

Aktivitas di Ketinggian

Adhi Dharma mengungkapkan, salah satu tujuan pembentukan Solo Adventum yakni memacu kemunculan pemanjat-pemanjat pemula, serta mengasahnya menjadi atlet masa depan. Karena itu, berbagai kurikulum dan program disiapkan bagi para siswa guna peningkatan kemampuan mereka.

panjat2

‘’Tidak seluruh pembibitan harus ditangani langsung federasi. Melalui klub, langkah memacu prestasi atlet bisa lebih optimal. Federasi tetap akan mengkoordinasikannya,’’ ujar dokter yang dulu turut membidani kelahiran FPTI Surakarta itu.

Selain pembibitan dan pembinaan atlet panjat tebing, klub tersebut juga dirancang turut berkiprah di berbagai hal. Di antaranya pendididikan dan pelatihan aktivitas di ketinggian (vertical activity), kegiatan sosial, kepencitaalaman dan lingkungan hidup.

‘’Maka kami akan bersinergi dengan berbagai pihak, seperti Pemkot Surakarta dan pemkab-pemkab di Solo Raya, serta organisasi atau institusi yang senafas dengan Solo Adventum,’’ jelas dia.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun