Jaga Sentuhan Bola, Yahya Dkk Bakal Diuji Coba

sepak-bola-cp-npci
LINDUNGI BOLA: Pemain pelatnas sepak bola celebral palsy (CP) NPCI asal Sragen, Sugiyatno berusaha melindungi bola dari tekanan Adi Joko Saputra (Solo) pada latihan di lapangan Baturan, Kamis (30/1).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Sabtu Latih Tanding di Lapangan Baturan

SOLO,suaramerdekasolo.com – Cukup lama tak menjalani games, tim pelatnas sepak bola celebral palsy (CP) bakal kembali beruji coba. Yahya Hernanda dkk bakal diuji pada laga latih tanding versus tim SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta di lapangan Baturan, Colomadu, Sabtu (1/2).

‘’Uji coba nanti guna menjaga sentuhan bola anak-anak. Selain itu demi menerapkan teknik dan pola bermain yang kami berikan dalam latihan-latihan rutin,’’ kata pelatih tim pelatnas sepak bola CP National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Anshar Ahmad, Kamis (30/1).

Skuad berawak 13 pemain, termasuk tiga atlet Solo Raya yakni Timin (Wonogiri), Adi Joko Saputra (Solo) dan Sugiyatno (Sragen) itu, sejak Mei silam melakukan training camp (TC) di Solo. Partai latih tanding terakhir dilakoni tim proyeksi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020 tersebut, 3 Januari lalu.

Pada duel persahabatan di lapangan Gempol, Gumpang, Kartasura tersebut, tim sepak bola CP menang 4-2 atas skuad U-14 sekolah sepak bola (SSB) Al Wathoni. Setelah itu, Amin Rosyid cs lebih banyak ditempa latihan speed dan endurance, serta peningkatan teknik dan kerja sama.

Akurasi

Anshar yang dibantu asisten pelatih Afif Bayu dan personel pendukung Pomo Warih juga mengasah para pemain dalam materi akurasi passing dan pola permainan. Transisi permainan dari bertahan ke menyerang dan sebaliknya, dimatangkan.

‘’Kerja sama melakukan serangan juga ditingkatkan, seperti dalam latihan Kamis pagi ini. Progresnya cukup bagus. Besuk, giliran materi memperketat pertahanan,’’ ungkap Anshar.

Pria yang pernah memperkuat tim Arseto Solo tersebut menambahkan, sistem pertahanan man to man marking dan zona marking menjadi bagian penting dalam mematangkan performa skuadnya. Sebab tim-tim rival di APG Filipina, seperti Thailand dan Myanmar sudah pasti akan melakukan persiapan sebaik-baiknya guna meraih medali emas pada pesta olahraga disabilitas terbesar se-Asia Tenggara nanti.

‘’Anak-anak bertekad mempertahankan gelar juara yang diraih pada APG Malaysia 2017. Tetapi tim sepak bola CP Thailand yang jadi juara pada APG 2015 dan Myanmar sebagai juara APG 2013, sudah pasti ingin merebut lagi gelar itu,’’ ujar Anshar.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun