Taekwondoin KKO Memburu Tujuh Emas ke Palagan

kko-smpn-1-surakarta
TENDANGAN: Sejumlah taekwondoin Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMPN 1 Surakarta mengasah teknik tendangan di gedung serba guna Kelurahan Kerten, beberapa waktu lalu. (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Sembilan belas atlet pelajar Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMPN 1 Surakarta bakal memburu tujuh medali emas pada kejuaraan terbuka Taekwondo Palagan di Ungaran, pekan depan. Mereka yang tercakup dalam tim Taekwondo Indonesia (TI) Solo bertekad mewujudkannya pada duel di GOR Wujil, 7-9 Februari mendatang.

‘’Lima medali emas diincar dari arena pertarungan atau kyurugi, sedangkan dua lainnya dibidik dari kategori poomsae atau seni keterampilan jurus,’’ kata pelatih taekwondo KKO, Ali Sholikin, Kamis (30/1).

Target lima emas tersebut ditumpukan pada sejumlah atlet yang menjadi andalan. Mereka antara lain Rizky Ramadhani Putra yang disiapkan bertarung di kategori over 56-60 kg kadet putra, Thika Rachmania (-55 kg yunior putri), Putrinda Feby Cinta Dovi (-43 kg kadet putri), Nabila Febriana Putri (-34 kg kadet putri) dan Aqilla Kezia Christabel (-40 kg kadet putri).

Sementara target emas dari kategori poomsae, diharapkan mampu digenggam Gabriel Ken Arya di arena tunggal yunior putra, serta Aulia Waldi Asna Nabela (tunggal yunior putri).

Kajian Prestasi

Ali mengungkapkan, pemberian target tersebut tidak asal-asalan namun melalui kajian atas prestasi yang telah ditorehkan para atlet pada sejumlah kejuaraan tahun 2019. Hasil-hasil kejuaraan yang dijadikan referensi antara lain Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Yogyakarta VII, Kejuaraan Piala Bupati Boyolali 2019, serta Kejuaraan UNS Open 2019.

‘’Para atlet lain KKO ditarget meraih medali perak dan perunggu. Selain emas, prediksi kami ada tujuh perak dan lima perunggu bisa diraih anak-anak,’’ tutur Ali.

Dia menjelaskan, para taekwondoin KKO tersebut ditempa setiap pagi dalam latihan kebugaran dan peningkatan fisik di Gelanggang Pemuda Bung Karno kompleks Stadion Manahan. Sedangkan materi teknik dan strategi bertanding lebih banyak diberikan dalam latihan di gedung serba guna Kelurahan Kerten pada sore hari.

‘’Memang anak-anak perlu sering mengikuti kompetisi, guna semakin meningkatkan jam terbang mereka,’’ tambah sang pelatih.(Setyo Wiyono)

Editor : Budi Sarmun