Fadli Imammuddin Menyodok ke Peringkat Tujuh Dunia

Fadli-Imammuddin-Sodok-ke-Peringkat-Tujuh-Dunia
MEMACU SEPEDA: Pembalap pelatnas para cycling NPCI Muhammad Fadli Imammuddin memacu sepedanya dalam latihan di velodrome Manahan Solo.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Kejuaraan Dunia Paracycling di Kanada

SOLO,suaramerdekasolo.com. Pembalap sepeda pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Muhammad Fadli Imammuddin menyodok ke peringkat tujuh dunia. Hasil itu diraihnya pada ajang balap sepeda UCI 2020 Para-Cycling Track World Championship di Milton, Kanada, Sabtu (1/2) sekitar pukul 22.30 WIB.

Pada ajang yang jadi rangkaian kualifikasi menuju Paralympic Games Tokyo 2020 tersebut, Fadli mencatatkan waktu 4,59.171 menit untuk bersaing di nomor 4.000 meter individual pursuit (IT). Juara pertama diraih Jozef Metelka (Slovakia/4,31.768 menit), disusul Carol Eduard Novak (Rumania/4,44.063 menit), serta juara tiga Ronan Grimes(Irlandia/4,45.045 menit).

‘’Sebenarnya belum puas dengan performa saya di lintasan. Tapi saya tetap bersyukur alhamdulillah bisa menyodok ke peringkat tujuh dunia, meski harus melalui persaingan ketat,’’ kata Fadli melalui pesan whatshapp, Minggu (2/2).

Torehan waktu Fadli meningkat dibandingkan kiprahnya saat menempati peringkat sepuluh pada kejuaraan dunia di Belanda, 10-12 Maret 2019. Kala itu catatan waktu Fadli di nomor yang sama mencapai 5,02 menit.

Baca:Fadli Buru Tiket Individual Para Cycling Paralympic 2020

Baca:Begini Cara Fadli Siasati Kejenuhan Rutinitas di Pelatnas

Lebih Keras

Muhammad Fadli Imammuddin.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

Pelatih sekaligus koordinator pelatnas para cycling Fadilah Umar mengungkapkan, mantan juara balap motor Asia tersebut sebenarnya memasang target 4,49 menit. Perhitungannya, ketika try out di Malaysia beberapa waktu lalu bisa menembus 4,52 menit. Pertimbangan lain, saat latihan rata-rata putaran (RPM) dia mencapai 106 dengan rasio gir 55-15.

Ketika sesi latihan resmi di Kanada, dia juga merasa nyaman dengan menambah satu mata gir menjadi 56-15. Namun ketika lomba, kakinya terasa lebih berat sehingga hanya tercapai 102 putaran.

‘’Harus berlatih lebih keras lagi nanti. Saya akan terus berjuang hingga tiket Paralympic Games Tokyo 2020 benar-benar berada dalam genggaman,’’ tandas Fadli.

Umar menyatakan akan terus melakukan evaluasi guna meningkatkan kemampuan Fadli. Lebih-lebih sang atlet menimal harus bisa mempertahankan peringkat hingga akhir kualifikasi pada Juni nanti.

‘’Jangan sampai peringkat dia tergeser oleh pembarap negara lain. Maka Fadli wajib ikut kualifikasi lagi, terakhir ada ajang road world championship di Belgia, Juni mendatang,’’ ujar Umar yang juga dosen Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS Surakarta itu.(Setyo Wiyono)

Simak:Karanganyar Tuan Rumah Sirkuit Panjat Tebing Soloraya

Editor: Budi Sarmun