Sepak Bola CP Tidak Mendapat Perlawanan Sepadan

sepak-bola-cp-tidak-mendapat-perlawanan-sepadan
DIBAYANGI: Pemain pelatnas sepak bola celebral palsy (CP) NPCI, M Ikhsan Tabrani menguasai bola dibayangi pemain tim SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta pada uji coba di lapangan Baturan, Colomadu, Sabtu (1/2).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

SOLO,suaramerdekasolo.com. Tim pelatnas sepak bola celebral palsy (CP) proyeksi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020, kembali menorehkan kemenangan pada laga uji cobanya di Lapangan Baturan, Colomadu, Sabtu (1/2). Tak tanggung-tanggung, sembilan gol tanpa balas dilesakkan awak tim besutan pelatih Anshar Ahmad pada duel latih tanding versus skuad SMP Muhammadiyah 1 Simpon Surakarta dalam durasi dua kali 30 menit tersebut.

Namun sang arsitek tim pelatnas tak cukup puas. Dia menyebut tetap ada progres permainan dan motivasi Yahya Hernanda dkk. Hanya saja, di sisi lain timnya tidak mendapatkan perlawanan yang sepadan pada duel dengan sistem ‘’7 a side football’’ itu.

‘’Lawannya hanya siswa kelas satu dan dua SMP, mungkin rata-rata umurnya 13-14 tahun. Kalau timnya anak-anak kelas tiga SMP yang umurnya 15 tahunan ke atas, mungkin dapat lebih ketat memberikan perlawanan,’’ kata Anshar, Minggu (2/2).

Kapten tim Yahya Hernanda mengawali kemenangan tim pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) tersebut dengan gol cepat pada menit pertama. Selanjutnya, penyerang Cahyana mencetak hattrick. Secara berturut-turut, pemain asal Jabar tersebut menceploskan bola ke gawang lawan secara berturut-turut pada menit tiga, delapan dan sebelas.

Baca: Jaga Sentuhan Bola, Yahya Dkk Bakal Diuji Coba

BAca:Fadli Imammuddin Menyodok ke Peringkat Tujuh Dunia

Kelemahan

Sebetulnya pada menit empat tim SMP Simpon mendapat hadiah penalti. Namun eksekusi bola tak mampu menjebol gawang yang dijaga kiper Amin Rosyid. Justru pemain sayap Yahya Muhaimi kemudian menambah gol bagi pelatnas pada menit 13 dan 26, sebelum jeda.

Usai turun minum, Anshar yang dibantu asiten pelatih Afif Bayu dan personel pendukung Pomo Warih, mengganti sejumlah pemainnya. Yahya Hernanda diistirahatkan. Ban kapten tim diserahkan kepada pemain asal Sragen, Sugiyatno. Defender asal Solo, Adi Joko Saputra juga dimainkan tandem dengan Dany Priyo Sejati (Magelang).

Tempo dan pola permainan berubah. Namun pundi-pundi gol bertambah. Menit 43, pemain SMP Simpon Ranu melakukan gol bunuh diri. Lalu Sugiyatno menambah gol timnya pada menit 48, serta M Ikhsan Tabrani menutup kemenangan tim pelatnas sepak bola CP dengan gol menit 50.

‘’Beberapa kelemahan masih terlihat, terutama babak kedua. Di antara, beberapa pemain relatif mudah dilewati lawan, serta passing bola dekat justru sering salah ke kaki lawan,’’ ungkap Anshar, sang pelatih.(Setyo Wiyono)

Simak:Karanganyar Tuan Rumah Sirkuit Panjat Tebing Soloraya

Editor:Budi Sarmun