Solo Siapkan Pemanjat Pemula Bersaing ke Karanganyar

solo-siapkan-pemanjat-pemula-bersaing-ke-karanganyar
LEAD: Seorang pemanjat pemula berlatih menyelesaikan jalur lead di Solo Sport Climbing Center kompleks Stadion Manahan.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Jajal Kompetisi pada Sirkuit Panjat Tebing

SOLO,suaramerdekasolo.com. Jajaran Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Surakarta mempersiapkan para pemanjat pemula untuk berkompetisi ke Karanganyar. Belasan bibit atlet yang selama beberapa bulan terakhir diasah klub Solo Adventum merupakan bagian dalam persiapan menghadapi Sirkuit Panjat Tebing (SPT) Solo Raya tersebut.

‘’Sekitar 15-20 siswa panjat pemula yang berlatih sejak sekitar empat bulan lalu, rencananya kami turunkan untuk mengikuti SPT,’’ kata ketua Klub Solo Adventum, Teddy Purwadi Saba, Senin (3/2).

SPT Solo Raya terakhir digelar di kampus Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, September 2019. Sebenarnya, para atlet pemula Solo disiapkan untuk berkompetisi pada SPT berikutnya yang diagendakan digelar di Boyolali pada Desember atau Januari lalu. Namun ajang di Kota Susu tersebut tak kunjung ada kejelasan hingga saat ini. Justru jajaran Pengkab FPTI Karanganyar mulai bersiap untuk menggelar kegiatan empat bulanan bagi para pemanjat pemula se-eks Karesidenan Surakarta tersebut.

‘’SPT di Karanganyar rencananya digelar pada 27-29 Maret mendatang,’’ tutur Ketua FPTI Karanganyar, Langgeng Widodo.

Baca:Karanganyar Tuan Rumah Sirkuit Panjat Tebing Soloraya

Baca: Fadli Imammuddin Menyodok ke Peringkat Tujuh Dunia

Suasana Kompetitif

Teddy menambahkan, para siswa yang menempa diri di klubnya terdiri atas berbagai usia. Yakni mulai usia TK besar, SD, SMP hingga SMA. Mereka berlatih rutin pada setiap Selasa, Kamis dan Sabtu sore di Solo Sport Climbing Center kompleks Stadion Manahan.

‘’Karena beberapa bulan terakhir sering hujan pada sore hari, latihan bagi para pemula itu ditambah pada Minggu pagi. Pesertanya terus bertambah,’’ ungkapnya.

Ketua Umum Pengkot FPTI Surakarta Her Suprabu menyatakan, pembibitan melalui klub-klub sangat mendukung proses regenerasi atlet panjat di Kota Bengawan. Dia juga menyebut SPT sebagai ajang yang penting guna mengenalkan nuansa persaingan bagi para atlet pemula.

‘’Bagi siswa-siswa panjat pemula, tentu tidak hanya butuh berlatih rutin. Mereka juga perlu mulai mengenal suasana kompetitif. Sebab persaingan sehat sangat mendukung pembentukan karakter kompetitif bagi calon-calon atlet demi mengejar prestasi,’’ tandas dia.(Setyo Wiyono)

Simak: Taekwondoin KKO Memburu Tujuh Emas ke Palagan

Simak: Sepak Bola CP Tidak Mendapat Perlawanan Sepadan

Editor:Budi Sarmun