Bertekad Mencuri Medali di Nakhon Ratchasima

bertekad-mencuri-medali-di-nakhon-ratchasima
PELATNAS: Petembak asal Sragen Bolo Triyanto mendengarkan evaluasi hasil tembakannya dari asisten pelatih Aris Haryadi dalam latihan pelatnas NPCI di Hartono Trade Center (HTC) Solo Baru.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Petembak Solo Raya Asah Ketajaman Bidikan

SOLO,suaramerdekasolo.com. Tekad besar berkobar di benak petembak Sragen, Bolo Triyanto. Atlet pelatnas shooting para sport National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) tersebut bertekad mencuri medali di Nakhon Ratchasima, Thailand.

Dia tengah mempersiapkan diri guna beradu jitu pada International Wheelchair and Amputee Sports (IWAS) World Games 2020 yang bakal digelar di Negeri Gajah Putih, 20-28 Februari nanti. Jika ambisi tersebut terealisasi, maka jalan Bolo untuk meraih tiket menembak menuju Paralympic Games Tokyo 2020, bakal kian terbuka.

‘’Saya sedang berusaha keras mematangkan bidikan dalam latihan, guna mewujudkan target medali itu. Bukan perkara mudah, karena persaingan sudah pasti bakal ketat,’’ kata Bolo di sela-sela menjalani program pelatnas di Hartono Trade Center (HTC) Solo Baru, Selasa (4/2).

Catatan terbaiknya selama latihan adalah 638 poin. Sedangkan nilai terbaiknya di ajang resmi, yakni 634,1 poin yang dia catatkan pada kejuaraan dunia Sydney 2019 World Shooting Para Sport Championships di Australia, Oktober silam. Hasil itu membawa Bolo berada di peringkat 11 dunia nomor SH2 R5 air rifle prone.

Fokus

PELATNAS: Petembak asal Sragen Bolo Triyanto dan Ratmini berkonsentrasi membidik target dalam latihan pelatnas NPCI di Hartono Trade Center (HTC) Solo Baru.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

Tak hanya Bolo, sejumlah petembak difabel lain juga dijadwalkan turun pada IWAS di Thailand. Atlet Solo Hanik Pujiastuti, termasuk salah satu di antaranya. Hanik yang mengemas 608 poin di Sydney dan menempati urutan 13 dunia nomor SH1 R2 standing, pun bertekad mengerek peringkatnya di arena IWAS. Kedua atlet itu memang diperhitungkan masuk jalur menuju Paralympic Tokyo 2020.

‘’Waktu sekitar dua minggu lagi sebelum IWAS, bakal saya fokuskan untuk meningkatkan performa. Tentu saya berusaha maksimal mendongkrak peringkat,’’ tandas Hanik.

Di samping dua atlet itu, petembak Sragen Ratmini dan atlet Papua Ahmad Ridwan juga diturunkan ke Negeri Gajah Putih. Ratmini turun di kelas SH2 putri, sedangkan Ridwan di kelas SH1 air pistol putra.

Pelatih pelatnas menembak NPCI Saridi menyatakan, peluang menembus tiga besar pada persaingan di Thailand, cukup terbuka. ‘’Karena merupakan salah satu rangkaian kualifikasi, maka jika peringkat mereka di IWAS tinggi, maka langkah menuju kompetisi di Paralympic Games juga makin lebar,’’ ujar anggota Grup 2 Kopassus Kandangmenjangan Kartasura itu.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun