Judo Solo Siapkan Atlet-atlet Pelajar

judo-solo-siapkan-atlet-atlet-pelajar
BERLATIH: Sejumlah pejudo pelajar Kelas Khusus Olahraga SMPN 1 Surakarta yang masuk tim Popda Solo berlatih di Gelanggang Pemuda Bung Karno kompleks Stadion Manahan, Kamis (6/2).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Performa Dimatangkan Untuk Hadapi Popda

SOLO,suaramerdekasolo.com. Tim judo pelajar Solo kini ditempa secara lebih intensif. Mereka dijadwalkan untuk menjalani berbagai program, termasuk laga latih tanding sebagai rangkaian persiapan menghadapi Pekan Olahraga Pelajar (Popda) Jateng yang diagendakan pada Maret mendatang untuk level SMA.

Persiapan khusus juga dilakukan pada tim judo pelajar SMP. Namun mereka masih lebih punya banyak waktu, karena Popda untuk jenjang tersebut baru diagendakan digelar pada Juni nanti.

‘’Sebenarnya, pekan lalu ada rencana try out di Wonogiri. Namun akhirnya urung digelar, karena sepertinya tuan rumah belum siap. Kami akan jadwalkan ulang. Mungkin kami juga akan melawat ke Yogyakarta,’’ kata pelatih dojo Pengkot Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PSJI) Surakarta, Wahyu Widhi Hastuti, Kamis (6/2).

Dia mengungkapkan, empat pejudo SMA dan lima atlet SMP kini terus dimatangkan performanya. Khusus pelajar SMA lebih diprioritaskan penggemblengannya di dojo PJSI Surakarta, mengingat sisa waktu menjelang Popda kian pendek.

Program PSOJP

Dua pejudo pelajar putra dan dua putri SMA akan membela tim Solo pada Popda Jateng. Mereka adalah Gus Irvan dari SMAN 4 Surakarta yang diplot bertanding di kelas +78 kg dan Dicky (SMKN 5 Surakarta) di kelas -55 kg putra. Dua atlet lain di kelompok putri yakni Rita Suryandani (SMAN 2 Surakarta/-45 kg) dan Anjani Putri Hapsari (SMKN 6 Surakarta/+78 kg).

Menurut Wahyu, sebenarnya Kota Bengawan memiliki seorang pejudo pelajar andal di kelompok putra. Atlet itu adalah M Nagroe dari SMAN 7 Surakarta yang biasa bertarung di kelas +78 kg, serta merebut medali perak di kelasnya pada Popda Jateng tahun lalu. Namun Nagroe tidak diperkenankan lagi bersaing di ajang Popda, karena saat ini masuk dalam program atlet Pembinaan Sentralisasi Olahraga Jangka Panjang (PSOJP) Jateng.

‘’Sesuai ketentuan untuk judo, atlet-atlet PSOJP, PPLOP (Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar-red), pelatnas dan Sekolah Khusus Olahraga Ragunan, tidak diperbolehkan bertanding di Popda Jateng,’’ jelas Wahyu.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun