Wow… KONI Surakarta Mulai Menjaring Atlet

koni-surakarta-mulai-menjaring-atlet
PAPARAN: Ketua Umum KONI Surakarta Gatot Sugihartono (kiri) menyampaikan paparan dalam pertemuan dengan pengurus-pengurus cabang olahraga Solo di rumah dinas Wakil Wali Kota setempat, Kamis (6/2).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Persiapan Awal Hadapi Porprov 2022

SOLO,suaramerdekasolo.com. Atlet-atlet Solo harus bersiap memacu peningkatan prestasinya. Sebab, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surakarta mulai melakukan penjaringan atlet. Tujuannya untuk persiapan awal guna menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2022.

‘’Memang waktunya masih cukup lama. Tapi kami harus memulai melakukan penjaringan sekarang, sebagai langkah awal merintis rancangan tim Solo mendatang,’’ kata Ketua Umum KONI Surakarta Gatot Sugihartono usai rapat koordinasi dengan pengurus cabang-cabang olahraga, Kamis (6/2).

Pada pertemuan yang digelar di rumah dinas Wakil Wali Kota Surakarta itu, Gatot meminta para pengurus cabang untuk mengajukan daftar nama atlet-atletnya yang meraih medali pada Porprov 2018. Selanjutnya, atlet-atlet tersebut yang masuk dalam daftar data awal. Kendati demikian, hal itu belum berarti status mereka sudah tetap.

‘’Pada proses berikutnya, tentu mereka yang performanya sudah menurun bakal tergeser oleh atlet-atlet muda yang prestasinya lebih mengkilap. Mekanismenya lewat promosi-degrasi yang dilakukan masing-masing cabang bersangkutan,’’ jelas Gatot.

Sepekan

Dia meminta daftar nama atlet dan pelatih masing-masing cabang segera diserahkan ke KONI dalam sepekan mendatang. Pria alumnus UNS Surakarta tersebut juga mengingatkan agar pengurus cabang benar-benar memperhatikan jika ada atlet yang mengajukan permohonan mutasi ke daerah lain.

‘’Selama ini mutasi atlet maksimal setahun sebelum Porprov. Tapi Forum Komunikasi KONI se-Solo Raya akan mengajukan syarat mutasi itu ke KONI Jateng, menjadi dua tahun sebelum Porprov. Jadi lebih awal, sehingga daerah yang ditinggal juga bisa bersiap,’’ ujarnya.

Pengajuan pindah daerah bagi atlet tidak bisa langsung ke KONI. Namun pengajuan ke masing-masing pengurus cabang dan harus mendapat persetujuan dari pengurus bersangkutan. Setelah itu, baru KONI memberikan persetujuan setelah melakukan berbagai pertimbangan dengan pengurus cabang.

‘’Jadi semuanya diharapkan jadi benar-benar jelas, termasuk biaya kompensasi mutasi atlet, sehingga tidak terjadi sengketa di kemudian hari,’’ tandas dia.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun