Hindari Kejenuhan, Cross Country di Kebun Teh

hindari-kejenuhan-cross-country-di-kebun-teh
CROSS COUNTRY: Para atlet dan pelatih tim pelatnas sepak bola celebral palsy mengawali cross country di kawasan kebun teh Kemuning, Ngargoyoso, Karanganyar, Sabtu (8/2).(suaramerdekasolo.com/Setyo wiyono)

*13 Atlet Sepak Bola CP ke Lereng Lawu

PEMUSATAN latihan nasional (pelatnas) National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) di Solo sejak Mei, bisa memunculkan kejenuhan para atlet yang intensif menjalani berbagai program rutin untuk mengasah performanya. Guna menghindari kejenuhan itu, berbagai cara dilakukan.

Tim sepak bola celebral palsy (CP) misalnya, memboyong 13 atletnya untuk melakoni program cross country ke daerah lain. Biasanya, Yahya Hernanda dkk berlatih rutin di lapangan Baturan, Colomadu, dan fitness di kampus Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS Surakarta.

‘’Sabtu (8/2), kami ajak anak-anak jogging dalam program cross country di kebun teh Kemuning, kawasan Ngargoyoso, Karanganyar. Selain tetap berlatih, mereka juga bisa merasakan suasana lain di lereng Gunung Lawu,’’ kata pelatih tim pelatnas sepak bola CP, Anshar Ahmad, Minggu (9/2).

Mantan penggawa Arseto Solo itu, dibantu asisten pelatih Afif Bayu dan personel pendukung Pomo Warih Adi pun mengarahkan para pemain untuk berlari bersama-sama. Jalan-jalan menanjak dan menurun di tengah-tengah kebun teh menjadi rutenya.

Kembali Bugar

Striker Cahyana mengaku senang dengan program latihan yang dijalankan di lereng gunung itu. ‘’Hal ini membuat kami menjadi kembali bugar, karena berlatih di daerah hijau dan dingin. Jadi rasa jenuh dan capek bisa terlupakan,’’ tutur pemain asal Kabupaten Bandung itu.

Hal senada diungkapkan kapten tim Yahya Hernanda (Kalsel), kiper Amin Rosyid (Salatiga), Adi Joko Saputra (Solo) dan Sugiyatno (Sragen). Selain merasakan suasana berbeda, kekompakan para awak tim pelatnas sepak bola bersistem ‘’7 a side football’’ tersebut juga kian erat.

‘’Sebelumnya memang saya sudah pernah ke Kemuning. Tetapi bersama-sama dengan pemain satu tim, membuat jogging di Kemuning jadi lebih bersemangat,’’ tutur Adi.

Seusai cross country, para awak tim yang diproyeksikan merebut medali emas pada ASEAN Para Games Filipina, Maret 2020 itu kemudian bergeser ke air terjun Jumog yang berada di bagian bawah kawasan Kemuning. ‘’Ya, program latihan tetap berjalan, namun anak-anak dapat sekaligus mengenal wisata lokal seputar Solo,’’ jelas Anshar Ahmad.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun