Ratusan Atlet Tarung Derajat Merapat di Manahan

ratusan-atlet-tarung-derajat-merapat-di-manahan
UJIAN: Sejumlah peserta menampilkan penguasaan materi teknik dalam ujian kenaikan tingkat tarung derajat di kompleks Stadion Manahan Solo, Minggu (9/2).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat

SOLO,suaramerdekasolo.com – Ratusan atlet tarung derajat dari berbagai daerah di Jateng berkumpul di Stadion Manahan Solo, Minggu (9/2). Mereka merapat guna mengikuti ujian kenaikan tingkat yang dipandu jajaran pelatih dari Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jateng.

‘’Sekitar 175 atlet dari wilayah eks Karesidenan Surakarta dan sekitarnya menjadi peserta ujian kenaikan tingkat ini,’’ kata salah seorang pelatih tarung derajat Jateng, Nur Salim Efendi.

Menurut dia, para peserta ujian tersebut terdiri atas berbagai tingkatan. Selain peserta tingkatan dasar atau kurata satu menuju kurata dua, mereka yang turut ujian juga ada yang meningkatkan tingkat dari kurata dua ke kurata tiga, serta atlet kurata tiga menuju kurata empat.

‘’Ujiannya meliputi penguasaan materi, kemampuan fisik dan teknik. Beberapa gerakan yang kurang tepat, dikoreksi oleh para penguji. Sehingga mereka benar-benar dapat menerapkan teknik yang betul,’’ tambah pria yang akrab disapa Kang Salim itu.

Persiapan Popda

TENDANGAN: Pelatih tarung derajat memberikan teknik tendangan yang benar kepada sejumlah atlet yang mengikuti ujian kenaikan tingkat di kompleks Stadion Manahan Solo, Minggu (9/2).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

Sekretaris Pengkot Kodrat Surakarta, Joko Sriyanto mengungkapkan, peserta ujian khusus dari Solo mencapai 60 orang. Sebagian di antara para peserta itu disiapkan guna menghadapi Pekan Olahraga Pelajar (Popda) Jateng 2020.

‘’Rencana semula, sebenarnya Solo akan mengadakan sendiri kegiatan ujian kenaikan tingkat. Namun ternyata ada beberapa daerah yang juga punya rencana sama, sehingga akhirnya dijadikan satu di Manahan,’’ jelas dia.

Pelatih tarung derajat Salatiga, Sulistyo mengaku sejumlah atletnya mengikuti ujian di Solo karena jaraknya relatif dekat. ‘’Biasanya atlet-atlet Salatiga ikut ujian di Semarang. Tapi karena ada ujian di Solo, bisa lebih dekat, maka kemudian tiga atlet kami ikut ujian di Manahan ini. Semuanya untuk persiapan Popda mendatang,’’ tuturnya.

Nur Salim menjelaskan, ujian kenaikan tingkat tersebut cukup banyak pesertanya karena sebagian atlet sekaligus mempersiapkan diri untuk bersaing dalam Podpa Jateng. ‘’Perkembangan tarung derajat di Jateng juga semakin bagus. Sebelas atlet kami telah lolos Pra-PON dan bersiap membela Jateng untuk bersaing pada PON Papua mendatang,’’ ungkapnya.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun