2020, Tiga Kejuaraan Panjat Tebing Bakal Digelar di Solo

2020-tiga-kejuaraan-panjat-tebing-bakal-digelar-di-solo
ASAH KEMAMPUAN: Seorang pemanjat pemula mengasah kemampuannya dalam latihan di Solo Sport Climbing Center Manahan.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*FPTI Surakarta Rancang Kompetisi Terbuka

SOLO,suaramerdekasolo.com. Tiga kejuaraan bakal digelar Pengkot Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Surakarta sepanjang 2020. Tiga kompetisi tersebut skalanya berbeda, yakni level kota, lingkup Jateng dan satu agenda lainnya berskala terbuka nasional.

Rencana tersebut merupakan bagian dari rangkaian program FPTI Kota Bengawan yang disepakati dalam rapat kerja di kompleks Stadion Manahan, Minggu (9/2) malam. ‘’Kejuaraan terbuka nasional panjat tebing sebenarnya telah direncanakan tahun lalu. Namun karena belum terlaksana, maka kemudian digeser ke tahun ini,’’ kata Ketua Umum FPTI Surakarta, Her Suprabu.

Ajang terbuka yang rencananya juga mengakomodasi para atlet di kelompok umur muda tersebut ancang-ancangnya digelar pada Juli atau Agustus mendatang. Venue sudah pasti di Solo Sport Climbing Center kompleks Manahan.

‘’Papan panjat kami telah memenuhi standar dan sangat layak untuk menggelar event terbuka nasional. Sebab kejurnas resmi 2018 lalu pun diselenggarakan Pengurus Pusat (PP) FPTI di venue Manahan itu,’’ ujar Her.

Lingkup Jateng

Selain kompetisi terbuka, federasi tersebut juga akan menyelenggarakan kejuaraan berlingkup Jateng. Informasi dari bidang kompetisi, Tave Askar, ada dua agenda FPTI Jateng yang salah satunya bisa dimohon untuk digelar di Kota Bengawan. Dua agenda lomba itu adalah Kejurprov dan Sirkuit Jateng.

‘’Mungkin lebih baik kejuaraan yang menggelar kelompok untuk umur anak-anak, yang digelar di Solo, karena bakal lebih memacu bibit-bibit atlet. Waktunya kemungkinan September atau Oktober,’’ tutur dia.

Sebelumnya, FPTI Surakarta akan lebih dulu menggelar kejuaraan tingkat kota (kejurkot). Sasarannya terutama para pemanjat pemula dari berbagai klub atas sekolah di Kota Bengawan. Saat ini puluhan pemanjat pemula usia TK, SD, SMP dan SMA memang tengah giat berlatih di Manahan.

‘’Sempat terpikir untuk menarik jadwal sirkuit panjat tebing (SPT) Solo Raya ke Manahan. Tapi teman-teman lebih cenderung untuk menggelar lomba khusus bagi bibit-bibit atlet Solo sendiri,’’ kata bendahara yang juga juri nasional, Marjianto ‘’Ipunk’’ Bialangi Kasim.

Pada raker itu juga terjadi pergeseran pos kepengurusan FPTI Surakarta. Heri ‘’Aan’’ Kurniawan yang selama ini menjadi ketua harian, mengajukan pergantian karena kesibukan pekerjaan. Posisinya Plt ketua harian akhirnya disepakati diampu Ipunk.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun