Biaya Transfer Atlet Diusulkan Rp 600 Juta

biaya-transfer-atlet-diusulkan-rp-600-juta
PERTEMUAN: Pengurus KONI dari kota/kabupaten se-Solo Raya mengadakan pertemuan di rumah dinas Wakil Wali Kota Surakarta.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Hasil Pertemuan Koni Solo Raya

SOLO,suaramerdekasolo.com. Biaya transfer atlet antarkota/kabupaten di lingkup Jateng diusulkan naik menjadi Rp 600 juta. Permohonan perpindahan atlet pun diharapkan lebih awal, bukan lagi setahun namun dua tahun sebelum pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2022.

Usulan tersebut dimunculkan Forum Komunikasi KONI se-Solo Raya. Para pengurus komite dari tujuh kota/kabupaten di wilayah eks Karesidenan Surakarta itu telah merumuskan sederet usulan dalam pertemuan di rumah dinas Wakil Wali Kota Surakarta, Kamis (6/2).

‘’Pada Porprov 2018, biaya mutasi atlet antardaerah Rp 500 juta. Kini kami usulkan naik jadi Rp 600 juta. Permohonan mutasi juga mesti rampung dua tahun sebelum Porprov, sehingga daerah yang ditinggalkan atletnya, bisa bersiap dari awal,’’ ungkap Ketua Forum Komunikasi KONI Solo Raya, Gatot Sugihartono, Selasa (11/2).

Usulan tersebut diharapkan dapat lebih mengeliminasi kecenderungan atlet berprestasi yang pindah-pindah daerah. Di sisi lain, kota/kabupaten kontestan Porprov dalam mempersiapkan diri sejak dini, sehingga kompetisi dapat berlangsung lebih baik.

Peraih Medali

Menurutnya, usulan-usulan itu diajukan ke KONI Jateng. Pria yang juga Ketua Umum KONI Surakarta tersebut menambahkan, hasil lain dalam pertemuan KONI Solo Raya di antaranya, atlet peraih medali di arena PON diusulkan agar tidak lagi bersaing ajang Porprov. Sebab, prestasi mereka tentu telah melampaui skala Jateng sehingga dapat terus didorong untuk mencapai prestasi nasional.

‘’Kalau usulan berkait prestasi atlet itu disetujui di tataran Jateng, sebenarnya Solo juga rugi. Sebab sekarang ada sekitar 50 atlet Solo yang memperkuat tim PON Jateng. Tapi hal itu justru bisa memunculkan bibit-bibit atlet baru dari kota/kabupaten,’’ jelas Gatot.

Satu lagi usulan yang juga dinilai penting yakni mengenai pembatasan usia atlet peserta Porprov. Menurutnya, pada beberapa cabang olahraga di PON, usia atlet pesertanya telah dibatasi. Agar perburuan prestasi dapat dilakukan secara berjenjang, maka diusulkan pembatasan usia atlet Porprov maksimal berselisih dua tahun di bawah batasan umur yang diterapkan di PON.

‘’Jika demikian, maka para atlet peraih emas di Porprov dapat diasah untuk memperkuat Jateng menghadapi PON. Jadi tidak ada atlet berprestasi yang kena batasan usia, sehingga tak boleh bertanding di PON,’’ jelasnya.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun