Corona Tunda Perhelatan APG Filipina 2020

wabah-corona-tunda-apg-filipina-2020
PENJELASAN: Ketua Umum National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Senny Marbun (tengah) memberikan penjelasan mengenai penundaan lagi APG Filipina 2020 di kantor Pusat NPCI kawasan Jebres, Solo, Selasa (11/2).

*Nasib Pelatnas NPCI Tunggu Keputusan

SOLO,suaramerdekasolo.com. Perhelatan ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020, ditunda lagi. Jika sebelumnya penundaan dari 18-24 Januari menjadi 20-28 Maret akibat tuan rumah Filipina belum siap dari sisi anggaran, kini wabah virus corona yang menjadi penyebabnya.

‘’Multievent APG di Filipina tertunda, karena munculnya virus Corona. Kasus ini sangat menakutkan dan Filipina tidak berani mengambil risiko. Pengundurannya sampai waktu yang belum ditentukan atau tentatif,” kata Ketua Umum National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Senny Marbun kepada pers di Kantor Pusat NPCI kawasan Jebres, Solo, Selasa (11/2).

Menurutnya, penundaan resmi perhelatan tersebut telah diumumkan federasi olahraga disabilitas Asia Tenggara atau ASEAN Para Sports Federation (APSF). Surat penundaan juga sudah diterima.

Senny yang didampingi Wakil Sekjen NPCI Rima Ferdianto mengungkapkan, Ketua NPC Filipina Michael Barredo menawarkan dua opsi berkait penyelenggaraan APG. Pertama, diundur sampai waktu yang tidak ditentukan. Kedua, pesta olahraga itu tetap digelar di Filipina jika wabah virus corona sudah tertangani.

Pelatnas

Rima menambahkan, NPCI menerima dua opsi tersebut. Tapi Thailand dan Singapura memberi batas waktu penundaan hingga September, karena setelah bulan itu kedua negara tersebut tidak bisa menganggarkan timnya untuk turut di APG.

“Kami juga menyatakan, Filipina harus memberitahu bahwa jika games jadi diselenggarakan setelah wabah reda, maka harus memberi undangan ke negara-negara maksimal 60 hari sebelum kegiatan digelar,’’ tutur dia.

Berkait para atlet yang kini menjalani pelatnas, Senny menjelaskan, belum bisa mengambil keputusan sebelum membahasnya dengan Kemenpora. Sebab, pelaksanaan pelatnas bagi 300 atlet dari 16 cabang olahraga di Solo sejak Mei lalu, membutuhkan dana yang tidak sedikit.

‘’Kami memaklumi apa yang terjadi di Filipina, karena penundaan ini terpaksa dilakukan murni faktor X. Setelah ini kami akan diskusi denga Kemenpora, serta hasilnya apa kita sampaikan ke atlet,’’ tandas dia.

Tim Indonesia menargetkan perburuan 100 medali emas pada APG 2020. NPCI juga mencanangkan untuk mempertahankan gelar juara umum pada pesta olahraga disabilitas terbesar se-Asia Tenggara itu.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun