Tunggu Keputusan Nasib, Pelatnas NPCI Tetap Berlatih

tunggu-keputusan-nasib-pelatnas-npci-tetap-berlatih
MEMACU SEPEDA: Pembalap pelatnas para cycling National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Muhammad Fadli Imammuddin bersama atlet lain memacu sepedanya di velodrome Manahan Solo.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*TC Paralympic Tokyo 2020 Dipastikan Berlanjut

SOLO,suaramerdekasolo.com. Pelatnas 16 cabang olahraga di bawah naungan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) tetap menjalankan program-program latihan, meski ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020 telah resmi ditunda. Pesta olahraga disabilitas Asia Tenggara yang dijadwalkan berlangsung 20-28 Maret itu diundur hingga waktu yang belum ditentukan, akibat ancaman virus corona.

‘’Program latihan tetap jalan, meski intensitasnya sedikit diturunkan. Selasa (11/2) latihan di velodrome, lalu tadi pagi materi ergo statis,’’ kata pelatih sekaligus koordinator pelatnas paracycling, Fadilah Umar, Rabu (12/2).

Salah seorang pembalap pelatnas NPCI Muhammad Fadli Imammuddin mengaku bakal tetap fokus pada latihan. Bahkan jika akhirnya diputuskan seluruh awak pelatnas dipulangkan, pemegang peringkat enam dunia nomor 4.000 meter individual pursuit (IP) kelas C4 itu menyatakan akan tetap berlatih sendiri.

‘’Apa kalau atlet pelatnas dipulangkan, saya terus berhenti latihan? Kan tidak bisa begitu. Makanya kita ikuti alur situasi saja, sambil tetap terus berlatih,’’ ujarnya.

Biaya Besar

Ketua Umum NPCI Senny Marbun menyatakan, hingga kini belum ada keputusan mengenai nasib pelatnas proyeksi APG Filipina 2020. Sebab pihaknya akan mendiskusikan dulu masalah tersebut dengan Kemenpora.

‘’Sebab, pelaksanaan pelatnas yang mencakup 300 atlet dari 16 cabang olahraga butuh biaya besar. Di sisi lain belum ada kepastian mengenai kapan APG Filipina digelar, karena persoalan virus corona belum tertangani hingga sekarang,’’ jelasnya.

Wakil Sekjen NPCI Rima Ferdianto mengungkapkan, kebutuhan anggaran untuk pelatnas APG selama mencapai sekitar Rp 10 miliar sebulan. Hal itu mencakup kebutuhan akomodasi, konsumsi, serta honor para atlet dan pelatih.

‘’Jadi tidak termasuk untuk pengadaan peralatan dan biaya try out,’’ tuturnya.

Namun pihaknya memastikan, atlet-atlet proyeksi Paralympic Games Tokyo 2020, tetap akan lanjut menjalani pelatnas di Solo. Menurut Rima, hingga saat ini terdapat 37 atlet yang berjuang untuk mendapatkan tiket menuju Paralympic Tokyo.

‘’Perkiraan kami, peluang atlet yang bisa lolos berkisar 25-29 orang. Nah, para atlet itu akan tetap menjalani pelatnas untuk menghadapi Paralympic 2020,’’ ungkap dia.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun