Cindy Asah Diri untuk Beradu Tangguh ke Tanjakan Bromo

cindy-asah-diri-untuk-adu-tangguh-ke-tanjakan-bromo
ASAH KECEPATAN: Pembalap putri Annisa Destein Cindy Qiawati (paling kiri) bersama sejumlah atlet Solo dan PPLOP Balap Sepeda Jateng, mengasah kecepatan dalam latihan di velodrome Manahan.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Sekaligus Persiapan Awal Hadapi PON

SOLO,suaramerdekasolo.com. Pembalap Solo Annisa Destein Cindy Qiawati tengah mempersiapkan diri adu ketangguhan di jalur tanjakan lereng Gunung Bromo, Jatim. Dia bakal bertarung menghadapi para pembalap dari berbagai daerah di Tanah Air pada balapan yang rencananya digelar medio Maret mendatang tersebut.

‘’Sebagai persiapan, saya latihan di jalur rolling dan tanjakan. Senin (10/2), ke jalur lereng Gunung Lawu lewat Slogohimo-Sarangan. Lalu, Rabu (12/2) ke jalur Boyolali-Selo,’’ kata Cindy, Kamis (13/2).

Pelajar SMAN 7 Surakarta tersebut juga mengasah kecepatan tanpa hambatan bersama sejumlah pembalap lain Solo dan atlet-atlet Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jateng di velodrome Manahan. Satu-satunya pembalap putri Solo itu sekaligus akan memanfaatkan balapan di Bromo sebagai persiapan awal menghadapi PON 2020.

‘’Peserta nanti mestinya para pembalap yang bersiap menghadapi PON juga. Jadi sekaligus bisa menjadi acuan saya guna persiapan pesta olahraga terbesar di Indonesia itu,’’ tutur Cindy.

Memburu Podium

Peraih medali emas Porprov Jateng 2018 tersebut mengaku bakal berusaha maksimal untuk menempati papan atas dalam adu kebut di jalur Bromo. Maka selain sebagai persiapan menghadapi PON, dia juga memiliki target untuk memburu podium di ajang itu.

‘’Mudah-mudahan bisa mencapai podium. Tentu persaingannya pasti sangat ketat. Tapi saya akan berusaha maksimal,’’ ujarnya.

Pelatih Pengkot Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Surakarta Agus Sadiyanto menyebut kejuaraan road race menuju Bromo tersebut memang tepat guna mengukur kemampuan diri Cindy. Di samping itu, cukup strategis guna membaca peta kekuatan calon-calon lawannya di arena PON.

‘’Sebenarnya, kami ingin menurunkan beberapa pembalap lain Solo. Tetapi ternyata pendaftarannya sudah ditutup. Jadi atlet-atlet muda Kota Bengawan, saya alihkan untuk mengikuti kejuaraan lain,’’ ujar pria yang juga pelatih PPLOP Balap Sepeda Jateng itu.(Setyo Wiyono)

Editor: Budi Sarmun