Pembalap NPCI Raih Dua Perak Nomor Jalan Raya

pembalap-npci-raih-dua-perak-nomor-jalan-raya
BERSIAP START: Pembalap pelatnas NPCI Muhammad Fadli Imammuddin (kiri) dan para pembalap lain bersiap di garis start road race MC4 pada ajang Malaysian Para Cycling Championship 2020, Minggu (16/2).(suaramerdekasolo.com/dok pelatnas para cycling)

*Kejuaraan Para Cycling di Malaysia

SOLO,suaramerdekasolo.com. Dua pembalap sepeda pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) yang selama ini training camp (TC) di Solo, menjadi runner up balapan nomor jalan raya pada ajang Malaysian Para Cycling Championship 2020, Minggu (16/2).

Muhammad Fadli Imammuddin meraih medali perak klasifikasi disabilitas MC4, sementara Marthin Losu menyabet perak di kelas MC5. Prestasi keduanya digenggam dari arena road race sepanjang 67 km di kawasan Putrajaya.

‘’Sayang tidak digelar nomor individual time trial (ITT) yang jadi spesialisasi Fadli. Tapi alhamdulillah, Fadli dan Marthin mampu meraih gelar juara kedua di nomor jalan raya,’’ kata pelatih sekaligus koordinator tim pelatnas para cycling NPCI, Fadilah Umar, Senin (17/2).

Asisten pelatih Rizan Setyo Nugroho mengungkapkan, persaingan ketat terjadi pada ajang adu kebut sepanjang sepuluh laps itu. Fadli yang mencatatkan waktu satu jam 58 menit dan 33.877 detik, kalah dari pembalap tuan rumah Malaysia, Turano Mohd Najib (1:58:33.822). Juara ketiga ditempati atlet Thailand, Daeng Phothisung (2:14:51.000).

Dikepung

Umar menambahkan, Fadli dan Turano memang rival bebuyutan pada berbagai ajang balap sepeda internasional. Keduanya bersahabat, tapi saling bersaing di arena lomba kelas MC4.

‘’Sejak start keduanya saling menempel, hingga akhirnya Fadli kalah adu sprint dengan selisih jarak sekitar 25 centimeter di garis finish,’’ tutur Umar.

Persaingan ketat juga dihadapi Marthin Losu di kelas MC5. Dia dikepung tiga pembalap Malaysia, serta seorang atlet Thailand. Saat atlet tuan rumah Muhammad Hafidz Jamali melesat, dua pembalap senegaranya mengatur ritme laju rombongan.
Menjelang 500 meter finish, Marthin dan Zuhairie Ahmad Tarmizi lepas dari rombongan. Mereka beradu sprint, yang akhirnya Marthin finish di urutan kedua dengan catatan waktu 2:00:39. Juara pertama digenggam Jamali dengan catatan waktu 2:00:36.

‘’Marthin kecolongan saat Jamali lepas dari rombongan. Hal itu memang merupakan salah satu strategi lawan,’’ kata Umar.

Fadli dan Marthin akan kembali bersaing pada nomor-nomor track di velodrome, Selasa (18/2). Kejuaraan itu merupakan bagian try out pelatnas para cycling guna memburu tambahan poin untuk kualifikasi menuju Paralympic Games Tokyo 2020.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun