NPCI Jateng Bakal Matangkan Tim Menghadapi Peparnas

npci-jateng-bakal-matangkan-tim-menghadapi-peparnas
ANGKAT BARBEL: Lifter Rani Pujiastuti mengangkat barbel dalam latihan di Solo. Dia merupakan salah satu atlet yang akan membela tim NPCI Jateng pada Peparnas 2020 mendatang.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Rencanakan Seleksi Terbuka Atlet

SOLO,suaramerdekasolo.com. National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jateng bakal mematangkan rancangan tim yang diproyeksikan menghadapi Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua 2020. Pelaksanaannya melalui seleksi terbuka atlet disabilitas di lingkup Jateng.

‘’Seleksinya kami rancang pada April mendatang di Solo. Seluruh atlet, termasuk yang sudah tercatat dalam daftar atlet pembinaan jangka panjang (PJP), wajib mengikuti seleksi itu jika ingin masuk tim Jateng untuk bersaing ke Papua,’’ kata Sekretaris NPCI Jateng Priyano di sekretariat kompleks Stadion Manahan, Selasa (18/2).

Saat ini terdapat 174 atlet PJP Jateng. Mereka berasal dari sembilan cabang olahraga yang akan diikuti pada Peparnas 2020, yakni atletik, renang, bulu tangkis, tenis meja, angkat berat, catur, panahan, menembak dan boccia. Ada tiga cabang yang tidak diikuti Jateng yaitu sepak bola celebral palsy (CP), judo tuna netra dan tenis lapangan kursi roda.

‘’Jadi seleksinya nanti untuk sembilan cabang yang kami ikuti itu. Kami ingin mencari atlet-atlet terbaik. Siapa tahu ada atlet yang kemampuaannya lebih bagus dari atlet-atlet PJP,’’ tandasnya.

Promosi-Degradasi

Dia menambahkan, seleksi terbuka tersebut sekaligus guna melaksanakan program promosi-degradasi. Atlet-atlet yang terjaring selanjutnya direncanakan ditempa secara intensif dalam pelatda.

‘’Jumlah atletnya pun nanti dikurangi. Kalau di PJP ada 174 atlet, nantinya akan menyusut menjadi sekitar 150 orang,’’ jelas pria asal Cilacap tersebut.

NPCI Jateng bertekad kembali menggenggam gelar juara umum pada Peparnas Papua 2020. Tim tersebut meraih gelar kampiun di antara provinsi-provinsi lain se-Tanah Air pada Porcanas (Pekan Olahraga Cacat Nasional, sebelum ganti nama jadi Peparnas) di Kaltim 2008 dan Peparnas Riau 2012. Namun pada Peparnas 2016, posisi Jateng tergeser menjadi peringkat kedua pengumpulan medali emas. Gelar juara umum disabet tuan rumah Jabar.

‘’Tekad untuk kembali merebut gelar juara umum di Papua mendatang, sudah bulat. Maka kami ingin menurunkan atlet-atlet terbaik agar Jateng kembali menjadi pendulang emas terbanyak di Peparnas nanti,’’ tandas Priyano.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun