Gantolle Curi-curi Kesempatan Menyiasati Cuaca

gantolle-curi-curi-kesempatan-menyiasati-cuaca
LEPAS START: Seorang atlet gantolle lepas start dari Bukit Joglo dalam latihan di kawasan Waduk Gajah Mungkur Wonogiri.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Asah Ketepatan Mendarat di Wonogiri

SOLO,suaramerdekasolo.com. Cuaca tak bersahabat dalam beberapa bulan terakhir melingkupi langit Solo Raya. Kendati demikian, para atlet gantolle dari berbagai daerah di eks Karesidenan Surakarta tetap berlatih demi mengasah kemampuannya di kawasan Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri.

‘’Kami hanya bisa latihan tiga sortie (start terbang) dari Bukit Joglo, pada latihan Selasa (18/20). Sebab mulai sekitar pukul 15.00, angin semakin kencang dan mendung gelap mulai turun. Ya, kami curi-curi kesempatan agar tetap bisa latihan,’’ kata atlet Karanganyar, Susetyoko ‘’Stik’’, Rabu (19/2).

Lelaki yang juga Ketua Pengprov Gantolle Jateng tersebut mengungkapkan, ada tiga-empat atlet yang biasa berlatih bersama di Wonogiri. Selain dirinya, atlet lain adalah Sulis Widodo dari Solo, Supardi (Karanganyar) dan Isah Iriawan (Klaten).

‘’Sejak akhir 2019, setiap ada kesempatan berlatih, kami selalu terbang di Wonogiri. Seminggu bisa tiga-empat kali latihan bersama. Programnya khusus untuk nomor ketepatan mendarat. Kalau XC atau cross country, tidak memungkinkan karena awan hitam cenderung rendah,’’ jelas Stik.

Persiapan PON

Para atlet tersebut mengasah kemampuan terbang dan pendaratan guna menghadapi berbagai kejuaraan pada tahun ini, terutama untuk persiapan menjelang PON 2020. Mereka selalu menjalani program-program latihan yang disusun pelatih Oke Adrianto.

‘’Sebenarnya kami sempat merencanakan latihan menggunakan sistem static towing ke Bandara Ngloram, Cepu. Tapi otorita pengelolanya belum mengeluarkan izin, sehingga kami cari kesempatan terbang di Wonogiri,’’ ungkap Stik.

Para atlet berharap, ke depan cuaca dapat lebih bersahabat, sehingga latihan dapat berjalan secara intensif. Kondisi cuaca memang sangat berpengaruh terhadap aktivitas olahraga dirgantara. Selain hujan, arah dan kecepatan angin juga diperhitungkan demi keselamatan terbang.

‘’Memang keselamatan terbang merupakan perhitungan nomor satu, meski kami mencuri-curi kesempatan di antara cuaca yang tidak bersahabat,’’ ungkapnya.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun