46 Pecatur Tunanetra Bakal Bertarung di Solo

46-pecatur-tunanetra-bakal-bertarung-di-Solo
BERTANDING: Sejumlah pecatur tunanetra bertanding pada Kejurprov National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jateng 2019 di Ungaran. Turnamen catur tunanetra bakal digelar di kampus UNS Surakarta, Minggu (23/2).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Turnamen Terbuka Senyum Cup I

SOLO,suaramerdekasolo.com. Empat puluh enam pecatur tunanetra dari berbagai daerah di Tanah Air bakal bertarung di Solo, Minggu (23/2). Mereka akan beradu strategi di ajang yang khusus mempertandingkan nomor catur cepat tersebut.

Turnamen yang diselenggarakan Yayasan Senyum Kita bekerja sama dengan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Surakarta dan didukung jajaran pelatnas catur NPCI itu rencananya digelar di kampus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS kawasan Kentingan.

‘’Berdasarkan daftar dari panitia, sebanyak 46 peserta dari berbagai daerah akan turut bertanding di turnamen tersebut,’’ kata Ketua Umum NPCI Surakarta, Bangun Sugito didampingi perwakilan Yayasan Senyum Kita di Solo Wahyu Setiawan, Kamis (20/2).

Mereka berasal dari berbagai daerah. Selain dari wilayah Jateng, para peserta tersebut juga datang dari Jatim, Jabar, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Banten dan Kalteng.

‘’Kami berharap muncul pecatur-pecatur andal dari turnamen ini yang selanjutnya bisa menjadi bagian regenerasi atlet NPCI untuk membela nama Indonesia di ajang internasional. Maka kami akan berusaha menjadikan turnamen ini sebagai kejuaraan rutin tahunan,’’ tambah Sugito.

Siap Membantu

Turnamen tersebut juga mendapat dukungan dari jajaran pelatnas catur NPCI yang selama ini menjalankan training camp (TC) di Kota Bengawan. Pelatih pelatnas catur Tedy Wiharto mengungkapkan, pihaknya siap membantu memfasilitasi kejuaraan terbuka tersebut.

‘’Kami akan membantu, misalnya dari sisi perwasitan,’’ ujarnya.
Kendati demikian, para atlet catur pelatnas tidak diperkenankan turut bertarung dalam turnamen itu. Alasannya, ajang tersebut memang tidak menjadi bagian dari program try in bagi para pecatur pelatnas yang diproyeksikan untuk menghadapi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020.

‘’Mudah-mudahan bermunculan para pecatur tunanetra yang bagus, terutama peserta kalangan muda. Ke depan pun pelatnas butuh regenerasi atlet. Namun tentu mereka yang berkemampuan bagus, minimal setara dengan atlet pelatnas yang sudah ada,’’ tandas Tedy.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun