Pembalap Solo Ditempa Sprint Tanpa Rintangan

pembalap-solo-ditempa-sprint-tanpa-rintangan
PASSING: Pelatih ISSI Surakarta Agus Sadiyanto melakukan passing untuk memacu kecepatan maksimal para pembalap dalam latihan di velodrome Manahan.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Musim Hujan Menjadi Kendala

SOLO, suaramerdekasolo.com. Para pembalap Solo kembali ditempa untuk memacu kecepatan maksimal sepedanya tanpa rintangan di velodrome Manahan. Para atlet muda bersama awak Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jateng yang bermarkas di Kota Bengawan itu melahap program tersebut selama dua kali dalam sepekan.

‘’Laju kecepatan anak-anak masih terlihat berat, mengingat cukup lama mereka tak berlatih di velodrome. Namun pada perkembangannya nanti, mereka pasti akan semakin cepat setelah kembali terbiasa latihan di Manahan,’’ kata pelatih Pengkot Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Surakarta, Agus Sadiyanto, Kamis (20/2).

Para pembalap Kota Bengawan yang biasanya mengikuti latihan rutin di velodrome yakni Andrian Hidayat, Shindu Ardiyanto, Saputra Reno Wijayanto, serta atlet putri Annisa Destein Cindy Qiawati. Shindu yang masih duduk di bangku SMA Batik 2 Surakarta juga tercatat sebagai awak tim balap sepeda PPLOP Jateng. Atlet lain PPLOP yang sering bergabung dalam latihan bersama adalah Rifyal Nurhasifa, Muhammad Hanif, Bagus Abel Tasman dan Farhan Hilal Cipta.

Sangat Mendukung

Agus menjelaskan, selain latihan jalur-jalur tanjakan di jalan raya, program sprint interval di velodrome sangat mendukung untuk memacu kemampuan para atletnya agar dapat lebih kencang beradu kebut. Mereka melahap program ergo guna meningkatkan performa.

‘’Beberapa lomba lokal diikuti anak-anak sebagai ajang mengasah diri. Namun lomba resmi terdekat adalah Tugu Muda Race 2020 yang diselenggarakan Pengkot ISSI Semarang pada April mendatang,’’ ujar Agus.

Lomba tersebut berupa sirkuit yang diselenggarakan di seputar sungai Banjir Kanal Barat. Jadi arena adu kebutnya datar. Karena itu, lanjut Agus, latihan sprint sejak awal menjadi salah satu materi dalam program berlatih para pembalap Kota Bengawan.

‘’Hanya saja, sekarang musim hujan, jadi kadang tidak bisa latihan di velodrome. Di sisi lain, latihan jarak jauh jalan raya melalui jalur rolling maupun tanjakan, tetap terus saya berikan. Latihan intensif untuk tanjakan terutama sedang dijalani Cindy, karena Maret nanti bersaing dalam kejuaraan tanjakan di Gunung Bromo, Jatim,’’ ungkap Agus.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun