Tiga Pecatur Solo Menembus Sepuluh Besar

tiga-pecatur-solo-menembus-sepuluh-besar
ADU STRATEGI: Para pecatur beradu strategi dalam turnamen catur Senyum Cup I yang digelar di kampus FKIP UNS Surakarta, Minggu (24/2).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Turnamen Catur Tunanetra Senyum Cup I

SOLO,suaramerdekasolo.com. Tiga pecatur Solo menembus sepuluh besar pada Turnamen Catur Tunanetra Senyum Cup I yang digelar di kampus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS Surakarta, Minggu (23/2). Mereka adalah Markus, Annisa Wulandari dan Imam Ma’ruf yang secara berurutan menempati peringkat tujuh hingga sembilan.

‘’Alhamdulillah, kami punya bibit-bibit muda yang memiliki potensi lumayan bagus guna memburu prestasi ke depan. Mereka akan terus diasah agar lebih matang,’’ kata Ketua Umum National Paralympic Committe Indonesia (NPCI) Surakarta, Bangun Sugito, Senin (24/2).

Turnamen yang kali pertama digelar di Kota Bengawan itu diselenggarakan Yayasan Senyum Kita bekerja sama dengan NPCI Surakarta. Kegiatan yang diikuti 41 pecatur dari berbagai daerah di Tanah Air tersebut juga didukung jajaran pelatnas catur NPCI yang sejak Mei silam bermarkas di Solo. Laga peserta putra dan putri digabung dalam pertandingan bersistem Swiss enam babak.

‘’Karena animo pesertanya cukup tinggi, kami berencana menjadikan turnamen Senyum Cup ini sebagai ajang rutin tahunan. Ajang ini bagus guna menambah jam terbang para atlet,’’ tambah Sugito didampingi pimpinan turnamen, Wahyu Setiawan.

Eks Pelatnas

Tercatat ada 46 pecatur klasifikasi B1 (tunanetra total) dan B2 (low vision), campuran putra dan putri yang sedianya bakal bertarung. Namun akhirnya lima di antara pendaftar tidak hadir, sehingga disisihkan.

Kampiun turnamen tersebut adalah Enda dari Sukabumi, dibuntuti Ardi Nugroho (Yogyakarta) dan atlet Jateng asal Cilacap Sugianto. Lalu pada urutan berikutnya Jajang Komar (Bandung), Adit Bagas Nofianto dan Hari Pramono (keduanya dari Yogyakarta).

‘’Enda merupakan pecatur eks pelatnas NPCI tahun 2017. Kala itu dia dipulangkan karena sakit. Saya cermati, kemampuannya masih terjaga,’’ ungkap wasit kepala, Tedy Wiharto.

Sedangkan Ardi dan Sugianto, lanjut pria yang juga pelatih pelatnas catur NPCI itu, sama-sama atlet senior. Keduanya disiapkan daerahnya masing-masing untuk menghadapi Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) Papua 2020.

‘’Kendati demikian, banyak pecatur muda yang muncul. Tiga pecatur Solo yang masuk sepuluh besar itu juga masih muda dan memiliki potensi bagus jika terus diasah,’’ ujar Tedy.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun