Lima Pesilat SMP Solo Jawara Kualifikasi Popda

lima-pesilat-smp-solo-jawara-kualifikasi-popda
TANGKAP TENDANGAN: Pesilat Solo Maliki Istiqlal menangkap tendangan lawannya pada kualifikasi Popda SMP di lapangan tenis indoor Manahan, Selasa (25/2).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Enam Atlet SMA Juga Melaju

SOLO,suaramerdekasolo.com. Lima pesilat SMP Solo lolos kualifikasi Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jateng 2020. Tiket menuju pertarungan di Semarang mereka genggam seusai menjadi juara di fase lingkup eks Karesidenan Surakarta, Selasa (25/2).

‘’Tiga atlet putra dan dua putri menjadi juara, sekaligus mendapatkan tiket menuju Popda Jateng. Mereka akan kembali ditempa sebelum bertarung di Semarang nanti,’’ kata pelatih tim pencak silat SMP Surakarta Sapto Purnomo.

Pertarungan semifinal dan final para pesilat pelajar dari tujuh kota/kabupaten se-Solo Raya digelar di lapangan tenis indoor Manahan. Pesilat putra SMP tim Kota Bengawan yang menjadi kampiun yakni Kieran Taruna Alfresh di kelas I, Maliki Istiqlal (kelas F) dan Muhammad Akbar Adiyanto (kelas C). Ketiganya merupakan siswa Kelas Khusus Olahraga (KKO) SMPN 1 Surakarta.

Sedangkan dua atlet putri adalah Anisa Permata Putri (KKO SMPN 1 Surakarta) yang menjadi jawara kelas H, serta Angelica Putri R juara kelas C dari SMP Muhammadiyah Program Khusus Surakarta.

Tingkat SMA

Sementara itu di tingkat SMA, enam pesilat Kota Bengawan yang dikawal pelatih M Fariz Al Farisi juga lolos kualifikasi dan melaju ke skala provinsi. Mereka adalah Arya Sidiq Sanjaya (kelas E) dan Febrian Wahyu Arianto (kelas I) pada kelompok putra. Keduanya merupakan pelajar MAN 2 Surakarta.

Empat lainnya pesilat putri, yakni Debora Redodesvita (kelas D/SMKN 1 Surakarta), Nanda Febri Pujawati (kelas E/SMAN 8 Surakarta), Amelia Ramadhani Irsga (kelas F/SMAN 1 Surakarta), serta Jesisca Metha (kelas G/SMA Batik 2 Surakarta).

Jumlah pesilat Kota Bengawan yang lolos kualifikasi wilayah eks Karesidenan Surakarta tersebut, bertambah dibandingkan pada ajang serupa tahun lalu. Selanjutnya, para atlet tersebut bakal ditempa dalam latihan secara lebih intensif. Selain lebih mematangkan teknik dan strategi bertarung, kondisi fisik mereka juga akan tetap dijaga dalam program latihan.

‘’Tentu saja kami ingin anak-anak mencapai performa puncak saat tanding di level provinsi. Setelah kualifikasi ini, mereka akan menjalani recovery sejenak,’’ tambah Sapto.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun