Tim Karate Pelajar Solo Lampaui Target Buruan

tim-karate-pelajar-solo-lampaui-target-buruan
HINDARI TENDANGAN: Karateka Solo Satria Putra Pangestu (kiri) menghindari tendangan Ananda Danarwa (Sragen) pada laga di Gelanggang Pemuda Bung Karno daerah Manahan, Kamis (27/2).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Kualifikasi Popda Eks Karesidenan

SOLO,suaramerdekasolo.com. Tim karate pelajar Surakarta melampaui target perburuan tiket menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jateng 2020. Delapan medali emas digenggam para atlet SMP dan empat emas di kelompok SMA pada kualifikasi Popda lingkup eks Karesidenan Surakarta di Gelanggang Pemuda Bung Karno kompleks Manahan yang berakhir Kamis (27/2) malam.

‘’Anak-anak bermain dengan konsentrasi bagus, sehingga meraih hasil ini yang menggembirakan ini,’’ kata Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Pengkot Federasi Olahraga Karatedo Indonesia (Forki) Surakarta, Ibnu Salimi, Jumat (28/2).

Dua puluh karateka pelajar diturunkan tim tuan rumah pada ajang tersebut. Mereka terbagi atas sepuluh pelajar SMP dan sepuluh SMA, yang masing-masing kelompok terinci atas lima atlet putra dan lima putri.

Salah seorang pelatih tim Popda Surakarta Agus Muzamil sebelumnya mematok target empat hingga lima medali emas bagi para karateka SMP, serta tiga emas untuk SMA. Namun pada pertarungan selama sehari tersebut, ternyata realisasi perburuannya melampaui bidikan.

Semangat Tinggi

Peraih medali emas tim Kota Bengawan di jenjang SMP yakni Ilyas Hari di nomor kata (keterampilan juru) putra, Mareta Wisnu di arena kumite (tanding) kelas -45 kg putra, serta Satria Putra (kumite -55 kg putra). Selain itu Alysa Kurnia (kata putri), Salwa Alya (kumite -40 kg putri), Kaila Ramadhani (kumite -45 kg putri), Luvena Milano (kumite-50 kg putri) dan Aisyah Nihayah (kumite +55 kg putri).

Sementara itu, empat simbol juara disabet para karateka pelajar SMA. Seluruh emas itu direbut dari kategori kumite. Para peraih simbol juara itu adalah Nurullah Aziz (kelas -50 kg putri), Muhammad Dzaki Ardian (-55 kg putra), Ardi Rian Syah (+61 kg putra), serta Tiara Yogi (+53 kg putra).

‘’Para atlet bertanding dengan semangat tinggi. Mereka akhirnya bisa melewati satu persatu laga pada partai penyisihan, hingga berhasil menggenggam medali emas,’’ ujar Agus Muzalim.

Kendati demikian, lelaki yang juga pelatih Forki Surakarta itu meminta seluruh atlet untuk tidak segera puas. Mereka baru melalui fase kualifikasi, sehingga bakal ditempa agar lebih matang lagi sebelum bersaing pada Popda Jateng mendatang.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun