Pelatda, Pesilat Jateng Geser Latihan ke Salatiga

pelatda-pesilat-jateng-geser-tempat-latihan-ke-salatiga
LATIHAN: Pesilat Solo Nadya Haq Umami Nur Cahyani dan atlet Klaten Khoirudin Mustakim mengasah berbagai gerakan dalam latihan di Solo.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Persiapan Menghadapi PON Papua 2020

SOLO,suaramerdekasolo.com. Sejumlah pesilat Solo dan berbagai daerah lain yang akan membela tim Jateng pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020, bergeser tempat latihan ke Salatiga, mulai Minggu (1/3). Mereka bakal digembleng secara lebih intensif dalam pemusatan latihan daerah (pelatda) di kota tersebut.

‘’Pelatda Jateng mulai Minggu (1/3) ini. Para pesilat pelatda mulai menjalani latihan intensif dalam training camp (TC) di Salatiga, Senin (2/3). Seluruhnya awak tim akan kami konsentrasikan latihan di kota itu,’’ kata pelatih tim pelatda pencak silat Jateng, Indro Catur.

Total terdapat sembilan pesilat Jateng yang telah lolos prakualifikasi PON yang diselenggarakan di Jakarta, November silam. Para pesilat dari wilayah eks Karesidenan Surakarta yang turut lolos pada ajang kualifikasi tersebut adalah kakak beradik, Nadya Haq Umami Nur Cahyani dan Zidni Rahma Amaly, serta Sapto Purnomo, ketiganya dari Solo. Selain itu, Khoirudin Mustakim asal Klaten.

Berada di Tengah

Pelatih Pelatda Pencak Silat Jateng, Indro Catur.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

Lima atlet lain tim pencak silat Jateng yang juga menggengam tiket menuju PON Papua adalah Dela Kusumawardani yang berasal dari Kota Tegal, Annas Rais Arni Raihan (Kudus), Faradlillah Rahmah Ajeng (Banyumas), Triana Ragil Rahmayani (Banjarnegara) dan Barata Yuda (Wonosobo).

Sejak Januari lalu, mereka berlatih secara desentralisasi di dua kota, Solo dan Semarang. Nadya, Rahma, Mustakim berlatih di Solo, bersama Dela dan Annas yang kuliah di Kota Bengawan. Sedangkan Sapto, Faradlillah, Triana dan Barata menjalani latihan desentralisasi di Semarang.

Mengapa pelatda pencak silat justru memilih lokasi di Salatiga? Indro Catur yang merupakan pelatih asal Solo menyebut alasan, kota tersebut berada di tengah. Jadi jarak dan akses jangkauannya relatif lebih mudah.

‘’Suasana dan udara di Salatiga juga cukup nyaman. Dengan demikian, harapannya para atlet dapat lebih berkonsentrasi dalam berlatih secara intensif. Tentu semua harus berlatih keras, mengingat persaingan perburuan medali emas di Papua nanti bakal berlangsung ketat,’’ tandas Catur.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun