Hujan Abu Merapi, Hentikan Latihan Pagi Pelatnas NPCI

hujan-abu-merapi-hentikan-latihan-pagi-pelatnas-npci
AKHIRI LATIHAN: Para atlet dan pelatih pelatnas para cycling NPCI mengakhiri latihan di velodrome Manahan lebih awal, karena hujan abu tipis erupsi Gunung Merapi, Selasa (3/3).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

Hujan Abu Merapi, Hentikan Latihan Pagi Pelatnas NPCI

SOLO,suaramerdekasolo.com. Hujan abu erupsi Gunung Merapi menghentikan latihan pagi sebagian pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) yang dipusatkan di Solo, Selasa (3/3). Pelatnas sejumlah cabang olahraga proyeksi ASEAN Para Games (APG) Filipina 2020 yang berlatih di luar ruangan langsung berhenti, ketika hujan abu turun di Kota Bengawan.

‘’Saya dan teman-teman atlet para triathlon menjalani agenda latihan balap sepeda ke arah Boyolali. Tapi baru sampai Pengging sekitar pukul 08.00, tiba-tiba ada hujan abu. Akhirnya terpaksa berbalik arah kembali ke markas di Solo,’’ kata atlet para triathlon pelatnas NPCI, Achmad Zein.

Hal serupa juga dialami pelatnas para cycling yang sedang menjalani sesi latihan pagi di velodrome Manahan. Memang hujan abu di Solo tak setebal di daerah Boyolali yang berada di kaki Gunung Merapi. Namun abu berwarna keputihan tersebut tetap saja mengganggu para atlet yang memacu sepeda di arena balap nomor-nomor track itu.

‘’Para atlet baru mengerjakan dua dari tiga materi yang diprogramkan. Mereka baru passing 20 menit, serta satu sesi sprint interval. Tapi karena hujan abu turun, ya terpaksa dihentikan dari pada malah mengganggu kesehatan,’’ kata pelatih sekaligus koordinator tim pelatnas para cycling, Fadillah Umar.

Pelatih lain para cycling, Rizan Setyo Nugroho mengungkapkan, biasanya latihan di velodrome yang dimulai pukul 07.00, baru berakhir sekitar pukul 10.00-10.30. ‘’Tapi kurang dari jam 09.00 tadi langsung berhenti,’’ tambahnya.

Pukul 05.22

Tim Pelatnas para cycling NPCI. (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

Gunung Merapi yang sebagian berada di wilayah Boyolali, dilaporkan erupsi pada Selasa (3/3) pukul 05.22. Erupsi tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 450 detik. Tinggi kolom erupsi mencapai sekitar 6.000 meter dari puncak.
Situasi berbeda di arena pelatnas atletik dan renang, yang biasa latihan sesi pagi lebih awal. Awak tim atletik mulai latihan terpusat di stadion Kampus UNS kawasan Kentingan pukul 06.30.

‘’Kebetulan hujan abu mulai terasa saat selesai latihan pagi. Jadi pas usai latihan, langsung pulang,’’ tutur salah satu pelatih pelatnas atletik, Purwo Adi Sanyoto.

Pelatnas renang yang menjalani latihan di kolam renang Grup 2 Kopassus Kandangmenjangan, Kartasura, bahkan biasa berlatih mulai pukul 06.00. Karena itu, menurut salah seorang pelatih renang Bhima Kautsar, agenda latihan sesi pagi tidak terganggu.

‘’Jadi latihan normal. Hanya saat mau pulang, mulai terasa ada hujan abu Merapi,’’ tutur dia.
Kendati demikian, para atlet pelatnas pada cabang-cabang yang berlatih di arena indoor tidak terganggu. Secara keseluruhan terdapat sekitar 300 atlet difabel dari 16 cabang yang menjalani pelatnas di Solo.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun