Huni Pelatnas, Ammar Tak Sepelekan Pendidikan

menghuni-pelatnas-ammar-tak-sepelekan-pendidikan
Ammar Hudzaifah.(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

TAK hanya sekali, Ammar Hudzaifah menghuni pelatnas National Paralympic Committee Indonesia (NPCI). Lelaki asal Blumbang,Tawangmangu, Karanganyar tersebut bahkan sudah pernah dua kali mempersembahkan medali emas bagi tim Merah-Putih.

Yah, bersama awak tim sepak bola celebral palsy (CP), Ammar meraih gelar juara pada ASEAN Para Games (APG) Filipina 2017. Atlet 22 tahun itu juga meraih gelar juara pada single event ‘’7 a side football’’ sepak bola CP di Singapura 2018.

Kini dia beralih haluan ke cabang atletik, meski masih tetap dalam kerangka pelatnas NPCI guna menghadapi APG Filipina 2020. Kendati memburu prestasi di arena olahraga, toh Amar tidak melupakan pendidikannya.

‘’Saya rasakan, pendidikan memang sangat penting untuk masa depan. Maka setelah sempat tak sekolah beberapa tahun, sekarang saya meneruskan studi di Kelompok Belajar (Kejar) Paket C Darul Sayahadah Boyolali,’’ ujar Ammar.

Buru Prestasi

Atlet kelahiran Karanganyar, 11 November 1997 itu, saat ini tercatat sebagai siswa kelas tiga Kejar Paket C. Karena itu, selain konsentrasi menghadapi persaingan nomor-nomor lari jarak menengah di Filipina, Maret mendatang, dia juga tetap belajar.

Di sela-sela padatnya program latihan pelatnas yang disentralkan di Solo, anak pasangan Sunarto-Suminah tersebut juga mempersiapkan diri untuk menghadapi ujian. ‘’Saya ingin hasil maksimal, baik prestasi atletik di APG Filipina maupun lulus Kejar Paket C nanti,’’ tandas alumnus SMP Al Irsyad Karanganyar tahun 2011/2012 tersebut.

Lelaki yang menyukai sepak bola dan futsal sejak kecil tersebut semua menghuni pelatnas sepak bola CP. Dia bergabung setelah lolos seleksi pelatnas persiapan APG 2017. Awalnya dia tidak tahu apa itu NPCI.

‘’Tapi ada tetangga, Mas Murdiyan yang atlet pelatnas voli duduk, mengajak saya untuk ikut seleksi. Saya akhirnya lolos untuk tim sepak bola. Tapi pada seleksi 2019, saya diminta geser ke atletik karena dinilai punya potensi di nomor perorangan. Ya saya tetap berusaha maksimal untuk jadi juara,’’ tandas dia.(Setyo Wiyono)

Editor: Budi Sarmun