Pencak Silat Jateng Bidik Tiga Medali Emas PON

pencak-silat-jateng-bidik-tiga-medali-emas-pon
JAGA SEMANGAT: Para atlet, jajaran pelatih dan pengurus Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jateng menjaga semangat saat pengukuhan pelatda pencak silat Jateng di Salatiga, Sabtu (8/3).(suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

*Sembilan Pesilat Ditempa di Salatiga

SALATIGA,suaramerdekasolo.com. Tim pencak silat Jateng membidik tiga medali emas pada PON XX/2020. Bidikan tersebut lebih ditumpukan pada atlet-atlet yang turun di nomor-nomor tanding dalam pesta olahraga terbesar nasional di Papua, Oktober mendatang itu.

‘’Target minimal tiga medali emas, peluang terbesar dari nomor-nomor tanding. Sebab hanya satu atlet kami yang lolos Pra-PON untuk nomor seni,’’ kata Ketua Umum Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jateng, Harry Nuryanto usai mengukuhkan tim pelatda di Salatiga, Sabtu (7/3).

Sembilan pesilat digembleng dalam pemusatan latihan yang rencananya diselenggarakan hingga menjelang PON mendatang. Satu-satunya pesilat nomor seni yang lolos kualifikasi di Jakarta, November lalu adalah Zidni Rahma Amaly. Atlet Solo itu turun di arena tunggal putri.

Selain itu dua atlet Kota Begawan, Sapto Purnomo di nomor tanding kelas E putra dan Nadia Haq Umami Nur Cahyani (kelas B putri), serta Khoirudin Mustakim dari Klaten.

Lebih Sedikit

Lima pesilat lain yang masuk pelatda adalah Faradlillah Rahma Ajeng (Banyumas/kelas F putri), Dela Kusumawati (kelas C putri dari Kota Tegal), Annas Rais Arni Raihan (Kudus/kelas G putra), Barata Yuda (Wonosobo/kelas C putra) dan Triana Ragil Rahmayani (Banjarnegara/ kelas D putri). Mereka bakal digembleng jajaran pelatih yang dipimpin Indro Catur, serta dikawal manajer tim Darmadi.

Menurut Harry Nuryanto, pesilat pelatda kali ini lebih sedikit dibandingkan untuk PON Jabar 2016. ‘’Kala itu, ada 12 pesilat pelatda dengan raihan dua emas. Sekarang sembilan atlet dengan target tiga emas,’’ tutur dia.

Darmadi menambahkan, persaingan ketat sudah pasti dihadapi tim Jateng di arena pencak silat PON. Rival-rival berat antara lain Jabar, DKI Jakarta dan Jatim. ‘’Tetapi anak-anak harus berjuang keras untuk mewujudkan target perburuan tiga medali emas nanti,’’ tandasnya.

Sebelumnya, sembilan atlet tersebut berlatih secara desentralisasi di dua daerah, yakni Semarang dan Solo. ‘’Kami pilih pelatda di Salatiga, karena posisinya berada di tengah-tengah. Jadi lebih mudah dijangkau dari berbagai daerah,’’ tutur Indro Catur, pelatih pelatda silat asal Solo.(Setyo Wiyono)

Editor:Budi Sarmun